Tapi, hal ini justru menimbulkan ancaman dan kekhawatiran akan kelangsungan hutan hujan tropis di Malaysia, seperti disampaikan pakar konservasi setempat.
"Ada ancaman yang muncul, dengan permintaan besar untuk buah-buahan seperti durian dari China," Dzaeman Dzulkifli, direktur eksekutif di Tropical Rainforest Conservation & Research Center (TRCRC), seperti dikutip Reuters, Kamis (12/9).
"Durian tampaknya menjadi ancaman besar berikutnya," katanya di markas organisasi itu, yang terletak di rumah tradisional Melayu dari di dalam taman hutan yang rimbun di luar Kuala Lumpur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya di Malaysia durian ditanam di kebun keluarga dan pertanian skala kecil. Namun, saat ini buah tersebut ditumbuhkan oleh petani besar yang didukung oleh sumber finansial besar.
Namun, Dzulkifli mendesak pemerintah untuk belajar dari kesalahan masa lalu yang dibuat dengan industri kelapa sawit ketika mendorong ekspansi durian.
Ia mengusulkan agar petani tidak memuka area hutan untuk menanam pohon durian.Tapi, petani harus didorong untuk mengganti pohon yang lebih tua dengan durian. Ia juga mengimbau petani untuk melakukan diversifikasi tanaman untuk berjaga ketika harga durian jatuh. (eks)