Anjing Pelacak Hibah AS untuk Yordania Tak Terurus

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 09:18 WIB
Anjing Pelacak Hibah AS untuk Yordania Tak Terurus Ilustrasi anjing pelacak (K-9) (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah anjing pelacak hibah dari Amerika Serikat untuk Yordania ditemukan dalam kondisi sakit dan tidak terawat. Hal ini terungkap melalui sebuah dokumen hasil penyelidikan Kementerian Luar Negeri AS yang dirilis pekan lalu.

Dilansir dari CNN, Kemenlu AS melaporkan banyak anjing pelacak di dalam penampungan ditemukan dalam kondisi sangat kurus, kuku yang terlalu panjang, dan telinga yang dihinggapi kutu.

Sementara itu, tercatat juga ada beberapa anjing yang berada dalam kondisi fasilitas yang tidak sehat meliputi kandang anjing yang tidak layak, sanitasi buruk, dan diduga dipekerjakan melebihi waktu yang ditentukan.


Bahkan 10 anjing diketahui meninggal karena masalah kesehatan pada periode 2008 hingga 2016.


Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa regulasi yang longgar dan lemahnya kebijakan Kemenlu AS menjadi faktor besar dari perlakuan buruk tersebut.

Faktor lainnya ialah tidak adanya informasi yang jelas mengenai anjing-anjing yang dikirim ke luar negeri, dan tidak adanya perjanjian tertulis dengan negara-negara mitra terkait perawatan hewan itu.

Aparat Yordania menyatakan sedang menggelar investigasi, termasuk melakukan evaluasi eksternal.

"Yordania akan menindaklanjuti kondisi anjing-anjing yang bekerja di bagian keamanan dengan sangat serius," demikian isi pernyataan aparat Yordania pada Selasa (17/9).

Sebelum laporan ini terungkap ke publik, sudah ada beberapa kasus kematian dan kelalaian perawatan anjing yang terjadi di Yordania beberapa tahun lalu.

Alhasil petugas pelatihan anjing AS berkunjung ke Yordania untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas penampungan pada April 2016.


Mereka menemukan tingkat kematian anjing yang tinggi, keterbatasan perawatan kesehatan, fasilitas yang tidak bekerja dengan baik, serta banyak anjing yang telah "kehilangan keinginan untuk bekerja".

Meskipun banyak penemuan yang buruk, tetapi AS masih mengirimkan anjing pelacak ke Yordania dan pendanaan program tersebut dilanjutkan. Sebagai respon dari berbagai kelalaian tersebut, laporan tersebut memberikan lima rekomendasi termasuk pemeriksaan kesejahteraan rutin dan adanya persetujuan resmi dengan negara mitra.

Empat di antaranya disetujui Kemlu AS, tetapi saran pemberhentian pengiriman anjing pelacak ke Yordania tidak disetujui.

Sejumlah pejabat AS mendesak hal ini diusut. Salah satunya dilakukan kepala Komite Keuangan Senat, Chuck Grassley, yang mengirimkan surat terkait permasalahan tersebut kepada Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo.

"Ini penting bagi Kongres untuk mengetahui apakah program tersebut bekerja dengan efektif dan efisien, serta apakah hewan yang terlibat dalam program tersebut diperlakukan berdasarkan standar etika yang manusiawi yang diharapkan masyarakat Amerika," tulis Grassley dalam suratnya.

[Gambas:Video CNN]

Selama lebih dari dua dekade, AS telah mengirimkan banyak anjing yang dilatih khusus untuk melacak bom kepada beberapa negara mitra seperti Yordania, Thailand, Maroko, Indonesia, dan Bahrain. Hibah ini merupakan bagian dari program anti terorisme. (fls/ayp)