Bahas Serangan Balasan Kilang Minyak, Menlu AS Kunjungi Saudi

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 08:24 WIB
Bahas Serangan Balasan Kilang Minyak, Menlu AS Kunjungi Saudi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan mengunjungi Arab Saudi pada Selasa (17/9) waktu setempat, usai kilang minyak Aramco diserang akhir pekan kemarin.

Dikutip AFP, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Pompeo akan membahas kemungkinan adanya serangan balasan.

"Seperti yang dikatakan presiden, kami tidak ingin perang dengan siapa pun kecuali Amerika Serikat siap," kata Pence.



Pompeo berangkat setelah sebelumnya Washington mengklaim memiliki bukti bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan itu.

"Kami siap membela sekutu kami, jangan membuat kesalahan tentang itu," kata Pence menirukan ucapan Presiden Donald Trump, Senin.

Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya menyebut pemerintahan Trump telah menyimpulkan serangan akhir pekan lalu melibatkan rudal jelajah milik Iran. Kata dia, bukti-bukti tersebut akan dibawa ke Majelis Umum PBB pekan depan.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kicauannya pekan lalu, Trump mengatakan AS siap mengokang senjata demi merespons serangan pesawat nirawak atau drone terhadap dua kilang minyak Arab Saudi.

Meski demikian, Trump disebut tetap mempertimbangkan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela sidang Majelis Umum PBB.


Namun, AS mulai gusar ketika pemimpin tertinggi Iran itu mengesampingkan negosiasi dengan Washington "di tingkat apa pun."

Pemerintah Iran menyatakan pertemuan antara Rouhani dan Trump, pada akhir bulan ini tidak bakal terjadi. Mereka kembali menyatakan hal itu baru bisa dilakukan jika AS kembali mematuhi perjanjian nuklir yang diteken pada empat tahun lalu dan mencabut serangkaian sanksi terhadap mereka.


Sementara Trump mengaku telah mendinginkan kesalahan diplomatik dengan Iran. "Saya tidak pernah mengesampingkan apa pun, tetapi saya lebih suka tidak bertemu dengannya," kata Trump. (dea)