Kilas Internasional

Suriah Panas hingga Malaysia Didesak Gugat RI soal Kabut Asap

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 06:53 WIB
Suriah Panas hingga Malaysia Didesak Gugat RI soal Kabut Asap Ilustrasi serangan di Suriah. (BULENT KILIC/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar internasional Senin (16/9) ramai dengan berbagai isu, mulai dari undangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ke Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk bertemu membahas situasi di Suriah hingga desakan ke pemerintah Malaysia untuk menggugat Indonesia terkait kabut asap kebakaran hutan.

1. Suriah Memanas, Turki Ajak Rusia dan Iran Bertemu

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Ankara untuk membahas konflik Suriah.


Pertemuan tersebut digagas setelah sehari sebelumnya terjadi baku tembak antara pasukan Suriah dan para pemberontak. Serangan tersebut mengakibatkan salah satu dari 12 pos pengamatan militer milik tentara Turki hancur.


2. Kilang Minyak Saudi Diserang, China Minta AS Tak Asal Tuduh

Pemerintah China menanggapi pernyataan Amerika Serikat yang menuduh Iran sebagai dalang serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua kilang perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, pada akhir pekan lalu. Menurut mereka hal itu adalah sikap tidak bertanggung jawab karena menyalahkan tanpa bukti.


"Merenungkan siapa yang harus disalahkan dengan tidak adanya investigasi menyeluruh, saya pikir itu adalah tindakan yang tidak terlalu bertanggung jawab. Posisi China adalah bahwa kami menentang setiap langkah yang memperluas atau mempertajam konflik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam jumpa pers di Beijing, Senin (16/9).

3. Pemerintah Malaysia Didesak Gugat Indonesia soal Kabut Asap

Sekelompok warga Malaysia mendesak pemerintah setempat menggugat Indonesia sebesar RM1 karena kerugian akibat kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka menyatakan langkah itu diambil supaya ada pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian itu.

[Gambas:Video CNN]

Seperti dilansir MalayMail, Senin (16/9), tercatat ada nama 21 orang yang tertera dalam surat tuntutan itu. Namun, yang meneken adalah Guru Besar Universitas Malaya Dr. Khor Swee Kheng, mantan Kepala Departemen Pediatri Rumah Sakit Ipoh dr. Amar Singh-HSS, dan Analis Penang Institute Darshan Joshi. (dea)