AS Minta DK PBB Respons Serangan Drone ke Kilang Minyak Saudi

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 14:51 WIB
AS Minta DK PBB Respons Serangan Drone ke Kilang Minyak Saudi Ilustrasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bersikap soal serangan pesawat nirawak terhadap dua kilang minyak Aramco milik Arab Saudi pada akhir pekan lalu. Seorang pejabat senior AS juga mendorong Saudi untuk menggalang dukungan di DK PBB.

Menurut pejabat itu, AS perlu mempersiapkan informasi terkait kasus itu sebelum membawa kasus ini ke DK PBB.


"Kami melihat ada peran DK PBB di sini. Saudi telah diserang dan menimbulkan konsekuensi global," kata sumber itu kepada AFP, Selasa (17/9).


"DK PBB dibentuk untuk menangani ancaman-ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, dan serangan ini masuk kriteria," ujarnya menambahkan.

Pejabat AS itu tidak menjelaskan secara spesifik langkah apa yang akan dilakukan Gedung Putih untuk mendorong respons DK PBB.

Washington mengklaim telah memiliki bukti bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam kesempatan terpisah, seorang pejabat AS yang juga tak mau disebutkan namanya menyebut pemerintahan Donald Trump menyimpulkan bahwa serangan itu dilakukan dengan rudal jelajah milik Iran.


Menurut dia, bukti-bukti tersebut akan dibawa ke Majelis Umum PBB pekan depan.

Presiden Trump bahkan mengisyaratkan AS siap merespons secara militer terhadap serangan drone yang dikabarkan memangkas setengah produksi minyak Saudi itu.

Pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab dalam serangan itu. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuding Iran yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

Pompeo bahkan tengah bertolak menuju Saudi untuk membahas kemungkinan mempersiapkan serangan balasan.

[Gambas:Video CNN] (rds/ayp)