PM Thailand Umbar Wacana Pindahkan Ibu Kota

CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 20:18 WIB
PM Thailand Umbar Wacana Pindahkan Ibu Kota Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-Cha. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-Cha, mengumbar wacana untuk memindahkan ibu kota negara. Menurut dia Bangkok sudah tidak mampu menampung beban karena terlampau padat.

"Ada dua pendekatan yang bisa diambil untuk memindahkan ibu kota. Pertama untuk mencari lokasi yang tidak terlalu jauh dan terlampau mahal untuk pindah. Kedua melakukan desentralisasi kawasan pinggiran ke luar Bangkok untuk menekan kepadatan," kata Prayuth saat berpidato dalam sebuah seminar yang digelar Dewan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand di Muang Thong Thani, pada Rabu (18/9) kemarin.


Seperti dilansir Asia One, Kamis (19/9), Prayuth menyatakan jika mengambil cara kedua, maka pemerintah pusat akan tetap berada di Bangkok. Sedangkan pusat bisnis dan perkantoran akan digeser ke ibu kota baru tidak jauh dari Bangkok.


Cara itu, kata dia, seharusnya ampuh menekan tingkat kepadatan lalu lintas di dalam kota Bangkok karena tidak terlalu banyak lagi penduduk di kawasan pinggiran yang bepergian ke pusat kota.

Meski demikian, Prayuth meyakinkan hal itu bisa terjadi di masa pemerintahannya, meski harus melalui proses penelitian terkait dampak ekonomi dan sosial.


Meski demikian, Prayuth belum memberi rincian lokasi tepat untuk pemindahan ibu kota Thailand.

"Pemerintahan terdahulu tidak berani mengambil keputusan ini, karena takut akan memicu konflik yang sulit diakhiri di tengah masyarakat," ujar Prayuth.

"Langkah pertama yang harus dibangun adalah memberi pemahaman kepada masyarakat, supaya mereka bisa sejalan dengan pemikiran pemerintah," sambung Prayuth. (ayp/ayp)