Tiga eks pejabat TEPCO itu telah didakwa lima tahun penjara karena diduga melakukan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian dan cedera.
Ketiganya merupakan mantan ketua TEPCO, Tsunehisa Katsumata, eks wakil presiden TEPCO Sakae Muto, dan Ichiro Takekuro. Hanya mereka yang menghadapi tuntutan pidana atas bencana nuklir Fukushima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa penuntut telah dua kali menolak melanjutkan kasus terhadap ketiga eksekutif TEPCO ini dengan alasan minim bukti.
Dikutip AFP pada Kamis (19/9), pengadilan berencana menjelaskan alasan pembebasan ketiga pejabat itu kepada publik dalam waktu dekat.
Puluhan warga Fukushima menggelar unjuk rasa di beberapa area di wilayah itu sebelum sesi persidangan dimulai. Mereka mengaku terkejut atas keputusan hakim hari ini.
[Gambas:Video CNN]
"Saya tidak bisa menerima ini," kata seorang perempuan melalui pengeras suara di tengah massa.
Pada Maret 2011, gempa bumi berkekuatan 9 skala Richter dan tsunami mengakibatkan kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir TEPCO, Fukushima Dai-ichi, yang mencakup kota Okuma dan Futaba di pantai Pasifik.
Lebih dari 160 ribu orang mengungsi akibat bencana nuklir terburuk dalam seperempat abad terakhir. Kejadian itu dianggap sebagai bencana nuklir kedua terbesar setelah kebocoran reaktor nuklir Chernobyl pada 1986 di Pripyat, Ukraina, ketika masih menjadi bagian dari Uni Soviet. (rds/has)