Kala Tokek Interupsi Pidato Duterte

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 10:32 WIB
Kala Tokek Interupsi Pidato Duterte Presiden Rodrigo Duterte kembali diganggu binatang saat berpidato. Usai kecoak dan lalat, kini giliran tokek yang 'menginterupsi' pidato sang presiden Filipina. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rodrigo Duterte kembali diganggu binatang saat berpidato. Usai kecoak dan lalat, kini giliran tokek yang "menginterupsi" pidato sang presiden Filipina.

Suara nyaring tokek tersebut terdengar tak lama setelah Duterte menumpahkan kekesalan dalam pidato pada Kamis (19/9) karena sejumlah pihak internasional terus mengkritik perang narkoba yang ia gencarkan.
Duterte lantas berhenti sejenak, kemudian menengok ke arah kiri, tempat suara itu berasal. Para tamu undangan dalam acara tersebut pun terkesiap.

"Kalian membawa tokek ke sini?" tanya Duterte kepada jajaran pejabat yang duduk di panggung. Pertanyaan itu sontak mengundang tawa seisi ruangan.


Ini bukan kali pertama kehadiran binatang mengganggu pidato Duterte. Pada akhir Juli lalu, seekor lalat hinggap di dahi dan pipi Duterte saat sedang berpidato di sebuah sekolah di Filipina.
Kala itu, Duterte sedang menyindir para pastor di gereja Katolik Filipina. Ia pun menyebut lalat yang mengganggunya itu adalah suruhan dari para pastor.

"Saya telah lama berseteru dengan pastor. Lalat itu mendapat perintah dari mereka (pastor). Itu (lalat) telah mengikuti saya beberapa waktu," kata Duterte yang akhirnya memancing gelak tawa para hadirin.

Ia masih berupaya mengusir lalat tersebut. Namun, lalat itu malah hinggap di mikrofon yang digunakan Duterte.

Kesal, Duterte pun berkata, "Tunggu sampai saya selesai berpidato. Saya akan meremukkan kamu (lalat) dengan kertas naskah ini."

[Gambas:Video CNN]
Duterte tampak lebih luwes ketimbang saat seekor kecoak merayap naik turun di pundaknya kala ia berpidato dua bulan sebelumnya.

Ia tampak kebingungan saat seorang panitia mengibaskan kertas ke bajunya. Ketika menyadari ada kecoak hinggap di badannya, Duterte langsung mengusirnya.

Penonton sempat kaget, tapi Duterte memecah keheningan dengan berkelakar bahwa kecoak tersebut adalah suruhan kelompok oposisi. (has/has)