Pemimpin Joint List, Ayman Odeh, mengatakan bahwa koalisinya memutuskan untuk mendukung Gantz bukan karena kebijakannya, tapi demi menjegal langkah Netanyahu kembali ke kursi perdana menteri Israel.
"Kami menjadi tak berguna dalam politik Israel di era Netanyahu. Saat ini, kami merekomendasikan Benny Gantz untuk membentuk pemerintahan selanjutnya," ujar Odeh kepada Presiden Israel, Reuven Rivlin, seperti dikutip AFP, Minggu (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengumuman kali ini, Israel kembali terjerumus dalam kebuntuan hasil pemilu yang menunjukkan persaingan ketat antara partai Netanyahu, Likud, dengan koalisi pendukung Gantz, Biru dan Putih.
Joint List sendiri memegang suara terbanyak ketiga sehingga mereka digadang-gadang sebagai pihak yang bisa memecah kebuntuan ketika menyatakan dukungan pada satu pihak.
Namun ternyata, berbekal dukungan dari Rivlin, Gantz diperkirakan bakal hanya merengkuh 57 kursi, sementara Netanyahu bisa mendapatkan 55.
[Gambas:Video CNN]
Rivlin menganggap Likud bersama koalisi Biru dan Putih harus ada dalam koalisi pemerintahan selanjutnya. Ia bahkan dirumorkan bakal mempertemukan Netanyahu dan Gatnz untuk membahas opsi membentuk pemerintahan bersatu.
Kini, kunci untuk membawa Israel keluar dari kebuntuan ini ada di tangan mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman. Partai pimpinan Lieberman, Yisrael Beitenu, berhasil meraup delapan kursi parlemen.
Namun hingga saat ini, Lieberman tidak akan memberikan dukungan kepada siapapun, baik Netanyahu atau Gantz. (has)