Pemilu Israel Imbang, Netanyahu dan Gantz Negosiasi Koalisi

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 18:18 WIB
Pemilu Israel Imbang, Netanyahu dan Gantz Negosiasi Koalisi Pemilu Israel buntu karena perolehan suara dua calon PM, Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, terpaut tipis. Mereka harus negosiasi membentuk pemerintahan. (Reuters/Nir Elias, Ariel Schalit/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil pemilihan umum Israel kembali menemui jalan buntu karena perolehan suara dua calon perdana menteri, Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, terpaut tipis. Mereka pun harus melakukan negosiasi pembentukan pemerintahan bersama.

Komite pemilihan umum Israel mengumumkan bahwa hasil akhir pesta demokrasi pada 17 September lalu tersebut memberikan kemenangan tipis bagi koalisi pendukung Gantz, Biru dan Putih, dengan perolehan 33 kursi di parlemen.
Menyusul di belakangnya partai pimpinan Netanyahu, Likud, dengan perolehan 32 kursi dari 120 kursi parlemen yang diperebutkan.

Dengan perolehan kursi tersebut, tak ada kubu yang berhasil meraup mayoritas parlemen sehingga Likud bersama Biru dan Putih harus menggelar negosiasi untuk membentuk pemerintahan bersama.


Mereka memiliki waktu satu pekan sebelum Presiden Reuven Rivlin mengumumkan tokoh yang akan memimpin pemerintahan, Netanyahu atau Gantz.
Untuk mendesak Netanyahu dan Gantz, Rivlin dilaporkan bakal langsung mengajak kedua calon PM itu bertemu pada Rabu malam.

Menjelang pertemuan tersebut, sejumlah spekulasi mengenai kemungkinan susunan kabinet mulai bermunculan. Namun, tak ada satu pun prediksi mengenai sosok yang bakal dipilih untuk mengisi kursi perdana menteri.

[Gambas:Video CNN]
Posisi perdana menteri ini dianggap sangat genting bagi Netanyahu yang bakal berhadapan dengan proses hukum terkait kasus korupsi pada Oktober mendatang.

Jika terpilih menjadi perdana menteri, Netanyahu tak harus mundur bila ia akhirnya didakwa. Namun, ia harus melepas jabatannya jika terbukti bersalah. (has)