Pelari Jarak Jauh Tewas Tersambar Petir di Dekat Garis Finish

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 13:45 WIB
Pelari Jarak Jauh Tewas Tersambar Petir di Dekat Garis Finish Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pelari jarak jauh asal Amerika Serikat, Thomas Stanley, tewas tersambar petir di dekat garis finish saat mengikuti lomba lari 50 kilometer di tenggara Kansas pada Sabtu pekan lalu.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 02.15 dini hari waktu setempat ketika Stanley berlari kurang dari seperempat mil lagi menuju garis akhir dalam turnamen FlatRock di Taman Nasional Elk.


Direktur penyelenggara lomba FlatRock, Carolyn Robinson, menuturkan pada Sabtu siang cuaca masih cerah dan panas. Namun, menjelang petang, badai kecil menerjang wilayah itu "tanpa peringatan."


Robinson mengatakan Stanley tersambar petir "saat badai mulai turun". Sejumlah pelari di lokasi dan seorang dokter segera memberikan pertolongan pertama pada Stanley, termasuk memberikan napas buatan.

Sementara itu, para kerumunan penonton berlari masuk ke kendaraan masing-masing dan mengarahkan mobil mereka ke jalan lurus mengarah ke garis akhir supaya para pelari lainnya bisa menghindari badai.

[Gambas:Video CNN]

"Banyak peserta dan penonton yang sempat merawatnya (Stanley) sulit menghadapi kehilangan ini. Mereka telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menolong Stanley," kata Robinson seperti dikutip CBS.

Melalui akun Facebook, FlatRock menganggap Stanley sebagai salah satu pelari yang mencapai garis finish. Meski ia tak melewati garis finish, Stanley telah menyelesaikan jarak tempuh secara penuh.

Afiliasi CBS, KWCH-TV, melaporkan istri Stanley, Ashley, yang mewakili sang suami saat menerima medali. Stanley berada di urutan ke-11 dari 104 pelari yang mengikuti turnamen itu.

"Sayangnya dia (Stanley) tidak dapat melewati garis finish tapi dia adalah salah satu dari kami," kata Robinson.


Dikutip RT, Ashley dan tiga anaknya tak berada di lokasi lomba saat tragedi itu menimpa sang suami.

Ashley menuturkan rasa kehilangan terdalam terasa pada anak ketiganya yang berusia 6 tahun. Ia menuturkan putri kecilnya itu menanyakan "jika ayah tidak ikut lomba, apakah ayah akan tetap ada bersama kita?"

"Saya bilang 'Ya, ibu juga berharap ayah tidak ikut lomba'," kata Ashley.


Melalui sebuah pernyataan, keluarga Stanley melihat sosok pria 33 tahun itu sebagai seorang "suami, ayah, dan teman yang berbakti."

Sementara itu, penyelenggara lomba mengunggah ulang koleksi foto Facebook Stanley dengan menulis "Keluarga Thomas menuturkan peluang terbunuh oleh sambaran petir adalah satu berbanding satu juta dan Thomas memang merupakan satu di antara jutaan. Duka terdalam kepada keluarga Thomas dan semua yang mengenal pria luar biasa ini." (rds/dea)