Membedah Rekrutmen PNS di Indonesia dan Korea Selatan

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 20:33 WIB
Membedah Rekrutmen PNS di Indonesia dan Korea Selatan Ilustrasi tes CPNS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia akan kembali membuka perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 pada pekan keempat Oktober mendatang. Pengumuman kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran pada November dan Seleksi Administrasi pada Desember.

Menjadi PNS masih menjadi impian penduduk Indonesia. Penyebabnya adalah beragam tunjangan yang didapatkan dan jaminan pensiun yang diberikan pemerintah.

Bukan cuma penduduk Indonesia yang bersaing ketat untuk menjadi PNS. Ternyata penduduk di Korea Selatan juga berebut ingin bekerja sebagai abdi negara.


Di Indonesia, penyelenggaraan perekrutan PNS dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Badan ini mengurus seluruh perencanaan perekrutan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian mulai dari pendaftaran hingga tes seleksi CPNS.


Proses awal dari perekrutan meliputi pendaftaran yang dilakukan melalui situs daring BKN. Pendaftaran dilanjutkan dengan registrasi nomor peserta ujian, tanggal lahir, nomor induk yang terdapat pada dokumen resmi, serta data lain seperti alamat email dan pas foto.

Kemudian, pendaftaran daring dilakukan dengan melakukan kelengkapan data diri yang lebih detil seperti mencantumkan jabatan dan latar belakang pendidikan serta menyertakan lampiran dokumen yang diperlukan tim penilai.

Tahap seleksi sendiri dilakukan melalui proses pengecekan berkas atau dokumen yang telah dilampirkan. Jika lulus seleksi administrasi, maka pendaftar akan mendapatkan kartu ujian untuk mengikuti tes seleksi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, seleksi dilakukan dengan dua jenis tes, yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun untuk keperluan tertentu, uji persyaratan fisik, psikologis, dan/atau kesehatan jiwa dapat dilakukan sesuai dengan syarat tertentu.

Membedah Rekrutmen PNS di Indonesia dan Korea SelatanIlustrasi tes CPNS di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sedangkan seluruh proses perekrutan PNS di Korea Selatan diselenggarakan oleh Kementerian Manajemen Personalia. Melalui situs resmi mpm.go.kr, kementerian ini melakukan rekrutmen melalui seleksi terbuka kompetitif, yang bertujuan untuk menarik PNS yang memiliki potensi dari berbagai macam latar belakang.

Proses awal rekrutmen meliputi penerimaan berkas pendaftaran dan seleksi administrasi. Kemudian tahapan selanjutnya adalah tes seleksi yang dilakukan dalam tiga tahap.

Tes seleksi kompetisi terbuka CPNS Korsel hanya dilakukan pada pendaftar tingkat awal (tingkat 9), tingkat menengah (tingkat 7) dan tingkat tinggi (tingkat 5). Ketiganya memiliki tiga tahapan tes seleksi.

Untuk tingkat 7 dan tingkat 9, tahapan pertama seleksi meliputi paket soal yang terdiri dari pertanyaan pilihan ganda dan soal esai untuk tahapan kedua. Tahapan terakhir seleksi ini adalah wawancara dan/atau pemeriksaan praktis.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan pada tahap lima, tahap pertama dilakukan Ujian Kemampuan Pelayanan Publik (PSAT) yang terdiri dari analisis logis linguistik, interpretasi data dan pemahaman situasional yang berbentuk soal pilihan ganda. Ada pula soal esai terkait pada tahap kedua serta wawancara dan/atau pemeriksaan praktis pada tahap terakhir.

Perbedaan dari ujian tingkat 5 dengan dua tingkat di bawahnya terdapat pada tingkat kesulitan ujian. Prof. Park Hyeong-jeon dari Universitas Sungkyunkwan menyatakan bahwa ujian pada tingkat 5 membutuhkan kriteria yang lebih spesifik.

"Pejabat pemerintah tingkat lima membutuhkan kriteria yang lebih spesifik tentang pengetahuan yang lebih terspesialiasi mengenai pekerjaan mereka. Mereka juga merupakan pembuat kebijakan yang juga membutuhkan etika publik dengan standar yang tinggi," kata Park kepada Channel NewsAsia.

Setelah tes seleksi, pendaftar yang lolos tes tersebut diumumkan dan pendaftaran bagi kandidat yang akan ditunjuk dibuka. Tahapan selanjutnya adalah adanya pelatihan dan edukasi, rekomendasi penempatan, serta penugasan. Namun untuk pendaftar tingkat 7 dan 9, program edukasi dan magang dilakukan sebelum penempatan. (fls/ayp)