Iran Lepaskan Wartawan Rusia yang Dicurigai Mata-mata Israel

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 23:22 WIB
Iran Lepaskan Wartawan Rusia yang Dicurigai Mata-mata Israel Ilustrasi mata-mata. (Istockphoto/wragg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran membebaskan wartawan Rusia yang ditahan karena dicurigai memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel. Wartawan bernama Yulia Yuzik, 38, itu ditangkap di Teheran pekan lalu.

Kedutaan Besar Rusia di Teheran mengatakan saat ini Yuzik sudah dilepaskan dan kembali ke Moskow.


"Sebagai hasil dari upaya bersama kementerian luar negeri Rusia dan kedutaan Rusia di Teheran, akhirnya Iran memutuskan untuk membebaskan warga negara Rusia Yulia Yuzik," kata kedutaan itu di Twitter seperti dikutip dari AFP.


Mantan suami Yuzik, Boris Voitsekhovskiy, mengatakan di Facebook bahwa wartawati itu telah mendarat di ibu kota Rusia.

[Gambas:Video CNN]

Iran sendiri membantah laporan yang menyebut penangkapan Yuzik terkait kegiatan mata-mata.

Juru bicara Pemerintah Iran menyatakan penangkapan Yuzik dilakukan atas dugaan pelanggaran visa. Untuk mengklarifikasi masalah itu, Rusia telah memanggil duta besar Iran untuk Moskow.


Dikutip dari Times of Israel, Yuzik pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah ditangkap di Teheran.

Voytsekhovskiy mengungkapkan Yuzik dituduh bekerja sama dengan badan intelijen Israel. Dia ditangkap di kamar hotel.

Kepada media Rusia, dia menyebut Yuzik pernah bekerja sebagai koresponden di Teheran, dan dia kembali ke ibu kota Iran itu pekan lalu atas undangan pihak tidak dikenal.

Sebelum penangkapan, Yuzik memposting foto-foto perjalanannya di Instagram, dan mengatakan dia senang berada di Iran.


Yuzik telah bekerja untuk sejumlah publikasi termasuk Newsweek versi Rusia.

Dia juga menulis dua buku termasuk "Beslan Dictionary", berdasarkan kesaksian dari para penyintas pembantaian sekolah tahun 2004 yang merenggut setidaknya 330 nyawa, di mana lebih dari setengahnya adalah anak-anak. (dea)