Presiden Ukraina Bantah Trump Berupaya Memeras

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 19:59 WIB
Presiden Ukraina Bantah Trump Berupaya Memeras Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, (AP Photo/Efrem Lukatsky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membantah bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berupaya memerasnya terkait penyelidikan dugaan korupsi anak Joe Biden. Dugaan itu yang kini dipermasalahkan oleh Dewan Perwakilan AS yang memulai proses investigasi untuk memakzulkan Trump.

Biden merupakan bakal calon presiden dari Partai Demokrat, rival Trump di pemilihan umum 2020 mendatang.


"Tidak ada pemerasan," kata Zelensky dalam jumpa pers di Kiev pada Kamis (10/10).


Trump diduga menekan Zelensky untuk menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan Hunter Biden yang merupakan anggota komisaris perusahaan energi Ukraina, Burisma.

Hal itu terungkap oleh seorang whistleblower yang membeberkan percakapan telepon Trump dan Zelensky selama beberapa bulan terakhir.

Dalam transkrip percakapan telepon Trump dan Zelensky yang dirilis Gedung Putih, keduanya sempat berdiskusi soal penangguhan bantuan militer dari AS untuk Ukraina.

[Gambas:Video CNN]

"Cerita Burisma tidak berhubungan dengan (bantuan) senjata," kata Zelensky.

Zelensky menuturkan tujuan utama percakapan dia dan Trump adalah untuk mengatur jadwal pertemuannya dengan sang Presiden AS di Washington.

"Kami berdua hanya ingin menjalin hubungan baru," kata Zelensky seperti dikutip AFP.

Akibat percakapan Trump-Zelensky terungkap, fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan AS membuka penyelidikan pemakzulan Trump.

Trump diduga menyalahi kewenangan sebagai presiden untuk menekan Zelensky demi kepentingan pribadi.


Trump berulang kali membantah tudingan pemerasan itu dan menganggap penyelidikan pemakzulannya merupakan upaya kudeta.

Dewan Perwakilan AS menuding Gedung Putih bertindak melawan hukum dengan menyembunyikan fakta karena menolak bekerja sama dalam penyelidikan tersebut. (rds/ayp)