Polisi Selandia Baru Penangkap Penembak Masjid Dapat Medali

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 20:38 WIB
Polisi Selandia Baru Penangkap Penembak Masjid Dapat Medali Ilustrasi polisi Selandia Baru. (AP Photo/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Selandia Baru memberikan medali penghargaan kepada dua polisi yang berhasil menghentikan dan menangkap pelaku teror penembakan masjid, Brenton Harrison Tarrant (28). Namun, upacara pemberian anugerah itu dirahasiakan termasuk identitas kedua opsir.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/10), kedua polisi itu diberikan medali atas keberanian mereka menghentikan Tarrant. Upacara digelar tertutup dan dihadiri oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.


Kedua opsir itu dianggap menyelamatkan nyawa banyak orang karena Tarrant sebenarnya berencana menyerang masjid ketiga di Kota Ashburton. Sampai saat ini identitas keduanya masih dirahasiakan atas perintah pengadilan.


"Bagi kami, mengetahui bahwa peran kami turut mencegah aksi lanjutan sangat penting. Kami tahu keluarga pasti bangga atas perbuatan kami," demikian isi pernyataan kedua polisi itu.

Mereka juga menyatakan turut bahagia karena penduduk Selandia Baru juga menolak paham ekstrem terkait peristiwa berdarah itu.

Presiden Serikat Polisi Selandia Baru, Chris Cahill, menyatakan sangat bangga atas perbuatan kedua polisi itu.

[Gambas:Video CNN]

"Semua petugas membayangkan bagaimana mereka berhadapan dengan situasi yang juga membahayakan nyawa mereka dalam hitungan detik. Mereka menjawab pertanyaan itu dengan mengambil langkah berani demi mencegah orang lain menjadi korban," tulis Cahill dalam pernyataannya.

Kedua polisi itu berhasil mencegah Tarrant menuju lokasi serangan ketiga. Mereka sempat terlibat kejar-kejaran lalu menabrak dan membuat mobil tersangka terbalik.

Saat itu Tarrant menyerah dan langsung ditangkap. Akibat perbuatan Tarrant yang menembaki jemaah masjid Linwood dan Al-Noor, tercatat 51 orang meninggal dan puluhan luka-luka.


Tarrant didakwa 51 kasus pembunuhan, 40 kasus percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme. Saat ini dia ditahan di penjara dengan tingkat keamanan tinggi, dan sidangnya dilakukan dengan telekonferensi. (ayp/ayp)