Seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/10), kedua polisi itu diberikan medali atas keberanian mereka menghentikan Tarrant. Upacara digelar tertutup dan dihadiri oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.
Kedua opsir itu dianggap menyelamatkan nyawa banyak orang karena Tarrant sebenarnya berencana menyerang masjid ketiga di Kota Ashburton. Sampai saat ini identitas keduanya masih dirahasiakan atas perintah pengadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menyatakan turut bahagia karena penduduk Selandia Baru juga menolak paham ekstrem terkait peristiwa berdarah itu.
Presiden Serikat Polisi Selandia Baru, Chris Cahill, menyatakan sangat bangga atas perbuatan kedua polisi itu.
[Gambas:Video CNN]
"Semua petugas membayangkan bagaimana mereka berhadapan dengan situasi yang juga membahayakan nyawa mereka dalam hitungan detik. Mereka menjawab pertanyaan itu dengan mengambil langkah berani demi mencegah orang lain menjadi korban," tulis Cahill dalam pernyataannya.
Kedua polisi itu berhasil mencegah Tarrant menuju lokasi serangan ketiga. Mereka sempat terlibat kejar-kejaran lalu menabrak dan membuat mobil tersangka terbalik.
Saat itu Tarrant menyerah dan langsung ditangkap. Akibat perbuatan Tarrant yang menembaki jemaah masjid Linwood dan Al-Noor, tercatat 51 orang meninggal dan puluhan luka-luka.
Tarrant didakwa 51 kasus pembunuhan, 40 kasus percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme. Saat ini dia ditahan di penjara dengan tingkat keamanan tinggi, dan sidangnya dilakukan dengan telekonferensi. (ayp/ayp)