PM Selandia Baru Salah Sebut Jepang sebagai China

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 16:04 WIB
PM Selandia Baru Salah Sebut Jepang sebagai China Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. (Reuters/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, salah menyebut nama negara ketika melakukan kunjungan bilateral perdana ke Jepang. Dia tampak kebingungan menyebut Jepang sebagai China.

Dikutip CNN, Kamis (19/9), Arden salah menyebut nama negara ketika berbicara dengan pers tak lama setelah tiba di Jepang.

"Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi Selandia Baru dan hubungannya dengan China, maaf, maksud saya, dengan Jepang," kata Ardern saat sesi pengarahan media.



Dalam kesempatan itu dia mengaku kesalahan penyebutan nama negara itu terjadi karena ia masih jetlag setelah melakukan perjalanan panjang dengan pesawat.

"Anda akan mengerti saya baru saja melakukan perjalanan panjang dan sekarang baru tiba," ujarnya Rabu (18/9).

Kesalahan tersebut tidak hanya membuat Ardern canggung, tetapi juga memicu pertanyaan seputar hubungan antara Selandia Baru dan Jepang.

[Gambas:Video CNN]

Yayasan Asia Selandia Baru, lembaga yang didanai sebagian oleh pemerintah, mengeluarkan laporan pada Selasa (17/9) yang mempertanyakan apakah Selandia Baru sengaja membiarkan hubungannya dengan Jepang menurun karena memberikan perhatian lebih ke China.

Laporan tersebut juga menyebut dua negara itu melakukan kinerja buruk selama beberapa dekade terakhir. Perekonomian Jepang mandek, sedangkan Selandia Baru mengarahkan pandangan ke pasar China.

China diketahui merupakan mitra dagang terbesar Selandia Baru, sedangkan Jepang berada di urutan keempat dengan nominal dagang antar keduanya sekitar US$ 5,6 juta atau setara Rp 78,7 miliar.


"Mungkin kami kurang menghargai hubungan dengan Jepang," ujar Direktur Eskekutif yayasan, Simon Drapper seperti dikutip South China Morning Post.

Dalam kunjungannya ke Jepang, Ardern menyatakan bahwa mereka memiliki kesamaan nilai dan ketertarikan. "Jepang menjadi salah satu mitra yang paling penting di dunia bagi Selandia Baru," kata dia.

Pertemuan dengan PM Shinzo Abe itu membahas perdagangan dan pariwisata, di mana saat ini Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby 2019.


Lawatan Ardern di Jepang dilakukan selama lima hari. Selanjutnya ia bertolak ke New York untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. (fls/dea)