Trump Sebut AS Biarkan Turki-Kurdi Berkelahi kayak Anak-anak

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 16:25 WIB
Trump Sebut AS Biarkan Turki-Kurdi Berkelahi kayak Anak-anak Presiden AS Donald Trump. (Alastair Pike / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat membiarkan Turki dan pasukan Kurdi berperang layaknya anak-anak yang ingin bertikai di utara Suriah.

"Yang saya lakukan itu tidak konvensional. Saya katakan mereka harus bertarung sebentar. Seperti dua anak kebanyakan, Anda harus membiarkan mereka berkelahi dan kemudian memisahkan mereka," kata Trump dalam kampanye di Texas pada Kamis (17/10).

"Mereka berkelahi untuk beberapa hari dan itu cukup kejam," ujarnya menambahkan.



Pernyataan itu diutarakan Trump menyusul invasi Turki ke utara Suriah untuk memerangi pasukan pemberontak Kurdi, bekas sekutu AS yang membantu memberangus penyebaran ISIS di Irak dan Suriah.

Invasi Turki ke wilayah Kurdi terjadi setelah Trump memutuskan menarik sebagian pasukan AS dari Suriah, terutama utara negara tersebut.

Penarikan pasukan itu dianggap layaknya AS memberikan lampu hijau bagi Turki meluncurkan rencana lamanya untuk menyerang Kurdi.

[Gambas:Video CNN]

Lebih dari 500 orang tewas termasuk puluhan warga sipil sejak invasi Turki berlangsung di utara Suriah. Sebagian besar korban tewas merupakan milisi Kurdi.

Dikutip AFP, menurut Syrian Observatory for Human Rights, sebanyak 300.000 warga sipil di wilayah itu juga terpaksa mengungsi ke luar utara Suriah.

Dalam kampanye di Texas, Trump juga menegaskan bahwa "tidak ada darah warga Amerika" yang tumpah dalam pertikaian di utara Suriah.


Kemarin, Wakil Presiden AS Mike Pence berkunjung ke Turki untuk menemui Presiden Recep Tayyip Erdogan. Usai pertemuan, Erdogan sepakat melakukan gencatan senjata di utara Suriah jika pasukan Kurdi mau keluar dari zona aman di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

"Kami pergi ke sana dan kami katakan bahkan kami ingin menangguhkan (invasi Turki) dan pasukan Kurdi telah sangat hebat. Mereka bersedia mundur sedikit," kata Trump.


"Kami akan membuat ISIS menjadi baik dan terkunci. Kami akan terus mencari mereka dan Turki telah mempersiapkan diri," ujarnya menambahkan. (rds/dea)