Dikutip dari AFP, Tony Hernandez sebelumnya ditangkap di bandara Miami pada November 2018 atas tuduhan berkonspirasi untuk mengimpor kokain ke Amerika Serikat, memiliki senjata api ilegal, dan membuat pernyataan palsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hernandez pun disebut menghasilkan jutaan dolar dari perdagangan manusia dan menggunakan keuntungannya untuk mempengaruhi tiga pemilihan presiden di Honduras.
Gembong narkoba Joaquin Guzman Loera dituding menyuap pemerintah Honduras. (Courtesy of U.S State Department) |
Para jaksa juga mengatakan pemimpin Honduras menerima suap jutaan dolar dari para raja obat bius, termasuk gembong Joaquin "El Chapo" Guzman yang kini sudah dipenjara.
Dalam persidangan di New York, Tony Hernandez dinyatakan bersalah atas tuduhan-tuduhan itu. Ia akan dieksekusi ke tahanan pada 17 Januari.
Vonis ini sendiri muncul setelah Guzman (62), mantan pemimpin kartel narkoba Sinaloa di Meksiko, dihukum di New York pada Februari karena menyelundupkan ratusan ton kokain, heroin, metamfetamin, dan ganja ke Amerika Serikat.
Diketahui, jaksa penuntut AS tengah agresif mengejar pejabat publik Honduras atau mantan dan kerabat mereka atas tuduhan perdagangan narkoba.
[Gambas:Video CNN]
Pengacara Tony, Omar Malone, pun langsung menyatakan akan banding atas putusan hakim itu. Ia juga mempertanyakan kredibilitas para saksi karena banyak dari mereka adalah mantan pengedar narkoba, beberapa di antaranya telah dihukum dalam kasus pembunuhan.
Argumen itu sendiri tidak mempengaruhi 12 juri untuk mengeluarkan hukuman itu.
"Pertarungan hukum berlanjut," kata Omar, di luar pengadilan.
Vonis ini pun langsung ditolak oleh Presiden Honduras, yang merupakan sekutu Presiden AS Donald Trump. Juan Orlando Hernandez mengatakan saudaranya itu telah dihukum atas dasar "kesaksian dari para pembunuh".
Sementara, pihak oposisinya di Amerika Tengah menyerukan pengunduran dirinya. Partai-partai oposisi di Honduras menyerukan untuk turun ke jalan menuntut pengunduran diri presiden.
Manuel Zelaya, mantan presiden Honduras yang digulingkan dalam kudeta pada 2009, mengunggah pernyataan di Twitter bahwa putusan itu "membuka kedok jaringan narkoba dan korupsi yang dijalankan oleh pemerintah Honduras."
(afp/arh)
Gembong narkoba Joaquin Guzman Loera dituding menyuap pemerintah Honduras. (