Gembong Narkoba Meksiko El Chapo Divonis Penjara Seumur Hidup

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 07:45 WIB
Gembong Narkoba Meksiko El Chapo Divonis Penjara Seumur Hidup Pemerintah AS menjatuhkan putusan penjara seumur hidup kepada gembong narkoba asal Meksiko, Joaquin
Jakarta, CNN Indonesia -- Hakim pada Pengadilan Negeri Brooklyn, New York, Amerika Serikat menjatuhkan putusan penjara seumur hidup kepada gembong narkoba asal Meksiko, Joaquin "El Chapo" Guzman Loera (62). Salah satu pertimbangan hakim memberikan vonis itu adalah karena kejahatan yang dilakukan El Chapo luar biasa kejam.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/7), Hakim Distrik Brooklyn, Brian Cogan, juga menjatuhkan hukuman tambahan 30 tahun penjara kepada Guzman. Cogan beralasan hanya memberikan hukuman itu karena terhalang aturan.

"Jika saya diperbolehkan memberi dia hukuman apapun, maka saya bakal menjatuhkan yang paling berat," kata Cogan.


Vonis ini diberikan menyusul putusan bersalah yang diberikan juri pada Februari lalu. Mereka menyatakan Guzman terbukti bersalah menjual beragam narkoba mulai dari heroin, kokain dan ganja serta melakukan konspirasi dengan membunuh sejumlah orang sebagai pimpinan kartel Sinaloa.
Selama menunggu sidang vonis, El Chapo ditahan di penjara dengan tingkat pengamanan maksimum Metropolitian di Manhattan. Hakim Cogan juga menolak permintaan Guzman untuk bisa berolaraga di balkon penjara, dengan alasan khawatir dia bisa kabur kembali.

Usai mendengar putusan, Guzman mengaku kecewa. Dia menuduh sidang itu sengaja digelar terbuka untuk membentuk opini masyarakat,

"Saya merasa emosi dan jiwa tersiksa seharian penuh. Karena pemerintah AS memutuskan mengirim saya ke penjara di mana nama saya kemungkinan tidak akan pernah terdengar lagi, saya menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan tidak ada keadilan di sini," kata Guzman.

Kuasa hukum El Chapo menyatakan akan melakukan banding atas keputusan itu. Alasannya adalah mereka menganggap juri tidak netral karena membaca pemberitaan terkait kasus itu di luar persidangan.

Hakim juga memutuskan menyita seluruh kekayaan El Chapo yang diperkirakan bernilai US$12,6 miliar. Proses peradilannya digelar selama 11 bulan dengan menghadirkan sejumlah saksi yang juga orang-orang dekatnya.
Guzman yang lahir di kawasan miskin di wilayah pegunungan Sinaloa mengawali sepak terjangnya di dunia hitam dari bawah. Dia membentuk organisasi kejahatan dan mengalahkan kartel-kartel pesaingnya dengan kejam. Meski demikian, dia dikenal dermawan di daerah asalnya.

Guzman lantas menggunakan taktik menggali terowongan untuk menyelundupkan narkoba ke AS pada 1980-an. Hal itu membuat aktivitasnya tidak terdeteksi, lebih cepat serta aman dari gangguan aparat Negeri Paman Sam dan pesaingnya. Masa kejayaannya adalah pada era 1990-an hingga 2000-an setelah menggentarkan para rivalnya dalam perang narkoba.

Setelah terbongkar, El Chapo mengubah taktik dengan menyelundupkan narkoba menggunakan perahu dan pesawat. Dia juga menyewa akuntan khusus untuk mencatat transaksi dan pemasukan, serta menggunakan sistem komunikasi tersandi melalui peladen rahasia di Kanada.

El Chapo juga dilaporkan pernah membayar geng motor AS, Hells Angels, sebesar US$1 juta untuk membunuh mantan rekan kejahatannya, Andrea Velez. Namun, Velez berhasil lolos dan dilindungi oleh aparat AS.

Majalah Forbes memperkirakan El Chapo adalah salah satu orang terkaya di dunia dari kegiatannya di dunia hitam. Namun, hidupnya tidak pernah tenang.

[Gambas:Video CNN]

Guzman selalu kabur dari kejaran aparat Meksiko dan bersembunyi di wilayah pegunungan bersama para pengawalnya yang bersenjata lengkap. Dia ditangkap pada 1993 tetapi berhasil kabur pada 2001, dengan cara bersembunyi di keranjang cucian. Dia kemudian ditangkap lagi pada 2014, tetapi berhasil kabur setelah anak buahnya menggali terowongan tepat menuju selnya.

Pelariannya berakhir pada 2016 setelah jejaknya tercium aparat Meksiko. Sebelum ditangkap El Chapo dilaporkan sempat ingin membuat film dokumenter tentang kehidupannya. (ayp/ayp)