FOTO: Demam Berdarah Mematikan di Honduras

AP, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 05:44 WIB

, CNN Indonesia -- Korban meninggal karena demam berdarah (DBD) di Honduras sampai saat ini sudah mencapai 135 orang, sebagian besar merupakan anak-anak.

Wabah demam berdarah parah melanda Amerika Tengah, seperti Nikaragua, El Salvador, dan Guatemala. Honduras menjadi yang terparah dengan jumlah korban jiwa 135 orang sejauh ini. (AP Photo/Salvador Melendez)
Korban terutama jatuh dari kalangan anak-anak serta warga yang tinggal di pemukiman kumuh tanpa air mengalir atau dengan sistem pembuangan limbah dan sampah yang buruk. (AP Photo/Eduardo Verdugo)
 Nyamuk Aedes aegypti, spesies yang sama yang membawa penyakit Chikungunya dan Zika, disebut makin mengganas di Amerika Latin akibat perubahan iklim. (AP Photo/Arnulfo Franco)
Pengasapan atau fogging jadi salah satu cara efektif membunuh nyamuk penyebab DBD ketika wabah terjadi, meskipun itu disebut tak terlalu efektif jika dilakukan secara rutin. (AP Photo/Salvador Melendez)
Menjadi yang terburuk dalam separuh abad belakangan, wabah DBD kali ini membuat rumah sakit-rumah sakit di Honduras kewalahan menampung pasien. (AP Photo/Alfredo Zuniga)
Kondisi kekeringan maupun banjir, terutama di daerah kumuh, dinilai sama-sama bisa memicu wabah DBD karena sama-sama membuat penampungan air, sengaja atau tidak. (AP Photo/Alfredo Zuniga)
Pemerintah Honduras sendiri sudah menetapkan kondisi ini sebagai situasi darurat nasional dan mengumpulkan para kepala daerah menggalang bantuan. (AP Photo/Eduardo Verdugo)
Di Amerika Tengah dan Meksiko kasus demam berdarah naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan di Guatemala, Meksiko, dan Nikaragua angka kematian sudah menyentuh dua digit. (AP Photo/Alfredo Zuniga)
Sejumlah siswa berdiri di depan peti mati temannya yang meninggal karena demam berdarah, Gerardo Enmanuel Hernández, 6, di sebuah kapel di Tegucigalpa, Honduras, 18 September 2019. (AP Photo/Elmer Martinez)