Bangladesh Klaim Rohingya Sudi Pindah ke Pulau Penampungan

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 06:04 WIB
Bangladesh Klaim Rohingya Sudi Pindah ke Pulau Penampungan Ilustrasi pengungsi Rohingya. (AFP PHOTO / K M ASAD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Bangladesh mengklaim ribuan pengungsi etnis Rohingya bersedia pindah ke lokasi penampungan di sebuah pulau yang terletak di Teluk Bengal. Padahal, pulau itu kerap dilanda banjir rob jika laut sedang pasang.

"Sekitar 6.000 sampai 7.000 pengungsi Rohingya bersedia pindah ke Pulau Bhashan Char," kata Komisioner Badan Pengungsi Bangladesh, Mahbub Alam, seperti dilansir AFP, Minggu (20/10).

Menurut sumber, proses pemindahan pengungsi Rohingya ke Pulau Bhashan Char akan dimulai pada Desember. Mereka menargetkan memindahkan sekitar 100 ribu pengungsi Rohingya ke pulau itu karena kondisi kamp penampungan di kawasan perbatasan Cox's Bazar sudah terlampau padat.


Menurut Alam, sejumlah pemimpin Rohingya sudah diajak meninjau lokasi penampungan. Dia menyatakan pemerintah Bangladesh sudah membangun tanggul penahan gelombang setinggi 3 meter untuk menahan air laut ketika pasang.

Bangladesh, kata Amal, sudah membangun gudang penyimpanan makanan yang bisa dipakai untuk bertahan hidup selama beberapa bulan. Meski demikian, pegiat hak asasi manusia tidak yakin tanggul laut itu bisa menahan gelombang tinggi ketika terjadi cuaca buruk atau topan.

[Gambas:Video CNN]
Salah satu pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Nur Hossain (50), mengatakan tidak punya pilihan selain pindah karena kondisi di lokasi penampungan saat ini sudah terlampau padat.

"Saya sudah setuju pindah. Kamp pengungsian saat ini sudah kelebihan penduduk. Selalu ada masalah makanan dan tempat tinggal," kata Hossain.

Hampir satu juta penduduk minoritas Muslim Rohingya tinggal di dalam beberapa kamp di tenggara Bangladesh setelah melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar. Mereka umumnya kembali ke negara bagian Rakhine melalui perbatasan tersebut.

Tentara Myanmar dituduh melakukan pembersihan etnis (genosida) besar-besaran terhadap komunitas Muslim Rohingya. Sebanyak 740.000 penduduk di antaranya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus 2017 silam.

(ayp/arh)