"Berdasarkan perjanjian, Turki dan Rusia tidak akan mengizinkan separatis berada di wilayah Suriah," kata Erdogan di sebelah Putin setelah keduanya bertemu di Sochi, Rusia, Selasa (22/10).
Erdogan berada di Rusia khusus untuk melakukan perjanjian itu. Dalam jumpa pers tersebut, Erdogan juga mengumumkan akan memberikan tenggat waktu selama 150 jam bagi pasukan Kurdi untuk mundur menjauh 30 kilometer dari perbatasan Turki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan juga menuturkan Turki dan Rusia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons aksi terorisme dan menciptakan aturan main untuk saling berkoordinasi dalam melaksanakan kesepakatan tersebut.
(CNNIndonesia/Basith Subastian) |
Sebelumnya, Turki juga telah menyepakati perjanjian dengan Amerika Serikat pada pekan lalu. Dalam perjanjian itu, pasukan Kurdi harus menarik diri dari wilayah-wilayah yang akan dijadikan Turki sebagai "zona aman" dengan tenggat waktu sampai hari ini.
Pasukan Kurdi hingga kini dikabarkan telah menarik diri dari Kota Tal Abyad dan Ras al-Ayn.
Meski telah menyatakan tak akan menggempur pasukan Kurdi di Suriah lagi pasca perjanjian gencatan senjata, Erdogan mengancam akan melanjutkan serangan militer di Suriah jika Kurdi mengabaikan perjanjian itu.
"Jika janji-janji yang diperantarai AS tidak diwujudkan, kami akan melanjutkan operasi kami dengan tekad lebih besar lagi," ucap Erdogan. (rds/ayp)
(CNNIndonesia/Basith Subastian)