AS Sebut Siap Bantu Libanon Penuhi Tuntutan Demonstran

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 05:00 WIB
AS Sebut Siap Bantu Libanon Penuhi Tuntutan Demonstran Amerika Serikat menyerukan kepada para pemimpin Libanon untuk memenuhi tuntutan para demonstran yang telah sepekan terakhir mengamuk kepada pemerintah setempat. (AFP PHOTO/Patrick BAZ))
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat menyerukan kepada para pemimpin Libanon untuk memenuhi tuntutan para demonstran yang telah sepekan terakhir mengamuk kepada pemerintah setempat.

"AS siap membantu pemerintah Libanon dalam mengambil tindakan," kata David Schenker, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS untuk Timur Tengah tanpa berkomentar atas kebijakan terbaru Perdana Menteri Libanon Saad Hariri.

Schenker mengatakan kepada media bahwa demonstrasi menunjukkan kebutuhan untuk "diskusi jujur" antara para pemimpin dan warganya atas "tuntutan lama masyarakat Libanon untuk reformasi ekonomi dan mengakhiri kasus korupsi yang parah".


"Terserah kepada masyarakat Libanon untuk memutuskan apakah langkah-langkah ini mencapai cukup memuaskan kebutuhan sah mereka atas negara yang makmur dan berkembang, bebas dari korupsi yang telah merusak sejak lama," kata Schenker.


Demonstrasi ini sendiri mulai memanas pada pekan lalu, ketika pemerintah berencana untuk menerapkan tarif penggunaan aplikasi pesan instan WhatsApp.

Meski pemerintah sudah membatalkan rencana tersebut, demonstran terlanjur mengamuk dan mendesak Hariri melakukan reformasi, bahkan mundur dari kursi perdana menteri.

Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, mengatakan bahwa pemerintah akan memegang teguh janji mereka untuk melakukan reformasi yang bakal langsung berdampak pada anggaran tahun 2020 ini.

Meski demikian, Hariri menyadari bahwa keputusan pemerintah ini tak akan meredakan kehausan warga akan perombakan sistem perekonomian.

"Keputusan ini tidak dirancang sebagai nilai tawar akhir. Kami tidak memaksa kalian untuk berhenti mengekspresikan amarah kalian. Itu adalah keputusan kalian," ucap Hariri saat mengumumkan rencana reformasi tersebut pada Senin (21/10).


Hariri kemudian menjabarkan bahwa reformasi tersebut akan mencakup membatalkan kenaikan pajak, juga memangkas gaji menteri dan anggota parlemen yang berlebihan.

Ia juga berjanji dalam tiga pekan akan menyetujui proyek infrastruktur tahap pertama dengan dana bantuan sebesar US$11 miliar yang diberikan donor internasional tahun lalu.

Selain itu, Libanon juga akan menerapkan sistem pensiun baru selambatnya pada akhir tahun. Mereka juga bakal menyuntikkan dana 160 juta tunai untuk mendukung pinjaman perumahan. (AFP/end)