Trump Buka Kemungkinan Rilis Video Penyerangan Baghdadi

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 09:38 WIB
Trump Buka Kemungkinan Rilis Video Penyerangan Baghdadi Presiden Donald Trump buka kemungkinan untuk merilis cuplikan video ketika pasukan AS melancarkan serangan yang menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump membuka kemungkinan untuk merilis cuplikan video ketika pasukan koalisi Amerika Serikat melancarkan serangan di Suriah yang menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

"Kami kemungkinan mengambil bagian tertentu dan merilisnya," ujar Trump sebagaimana dikutip AFP pada Senin (28/10).
Kepala Staf Gabungan AS, Mark Milley, juga mengonfirmasi bahwa timnya mengantongi video gempuran tersebut. Namun, rekaman itu masih harus dipilah terlebih dulu.

"Kami punya video, foto. Kami belum siap merilisnya. Semuanya harus melalui proses deklasifikasi terlebih dulu," ucap Milley.


Sebelumnya, Trump sendiri mengaku pengalamannya menyaksikan video serangan itu bak menonton sebuah film.
Di hadapan media, Trump menjabarkan momen ketika pasukan AS mengepung gedung tempat Baghdadi berada hingga sang pemimpin ISIS tersudut di satu ruangan dan akhirnya meledakkan diri sendiri.

Meski demikian, sejumlah sumber mengatakan bahwa Trump seharusnya tak punya akses untuk menyaksikan cuplikan video penyerangan yang dilancarkan pada akhir pekan lalu tersebut.

Milley juga mengaku belum bisa mengonfirmasi detail semua hal yang diceritakan Trump. Namun, Milley memastikan bahwa Trump memang sudah punya rencana untuk berbicara langsung dengan tentara yang terlibat.

[Gambas:Video CNN]
"Saya tidak tahu sumber pernyataan itu dari mana, tapi asumsi saya dia berbicara langsung dengan anggota unit yang melakukan serangan," kata Milley.

Sementara itu, pihak berwenang sampai saat ini masih melakukan tes DNA untuk memastikan identitas Baghdadi.

Sejumlah pihak meragukan klaim AS bahwa Baghdadi sudah tewas karena sebelumnya, sudah ada beberapa laporan keliru yang menyatakan pemimpin ISIS itu meninggal. (has/has)