Meksiko Perlihatkan Video Kegagalan Penangkapan Anak El Chapo

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 08:48 WIB
Meksiko Perlihatkan Video Kegagalan Penangkapan Anak El Chapo Ilustrasi baku tembak di Culiacan, Sinaloa, Meksiko. (AP Photo/Augusto Zurita)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meksiko merilis video detik-detik kegagalan penangkapan Ovidio Guzman (28), anak pemimpin kartel narkoba Sinaloa, Joaquin 'El Chapo' Guzman.

Dalam operasi penangkapan (17/10) lalu, aparat gagal membekuk Ovidio yang bersembunyi di Ibu Kota Culiacan karena mendapat perlawanan dari anggota kartel dengan persenjataan lengkap.


Para pejabat keamanan memperlihatkan cuplikan menit demi menit operasi penangkapan (17/10) lalu dalam konferensi pers yang dihadiri Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, Rabu (30/10) pagi. "Biarkan semua yang terjadi diketahui," kata Obrado dikutip AFP.


Video yang diambil dari kamera di salah satu helm aparat memperlihatkan Ovidio ditangkap bersama seorang wanita, dan dua pria. Mereka digiring aparat berpakaian taktis keluar dari sebuah rumah di kawasan Tres Rios, dengan tangan terangkat.

[Gambas:Video CNN]

"Ayo! Tenang, tenang," kata aparat dalam bahasa Spanyol. Kemudian, aparat membimbing mereka untuk berlutut di dinding. "Beri tahu orang-orangmu untuk berhenti. Minta kepada mereka untuk menghentikan semuanya," perintah para pasukan.

Kemudian wanita yang bersama Ovidio memberi tahu bahwa ada anak-anak di dalam rumah.

Dalam rekaman berikutnya, Ovidio terlihat berdiri dan menelepon anak buahnya untuk meminta mereka berhenti.


"Hentikan semuanya, hentikan semuanya, aku sudah menyerah," katanya. "Katakan pada mereka untuk berhenti, aku tidak ingin ada kekacauan, tolong!"

Namun, konferensi pers itu tidak memperlihatkan cuplikan saat Ovidio dibebaskan. Aparat hanya menunjukkan video saat baku tembak selama enam jam antara tentara dan anggota kartel Sinaloa.

Insiden itu mengakibatkan seorang warga sipil dan tujuh serdadu meninggal. Selain itu tiga polisi mengalami luka-luka dalam kejadian itu.


"Ketika Anda melihat rekaman itu, apa yang terjadi, Anda akan lebih memahami mengapa operasi diperintahkan untuk dihentikan," kata Lopez Obrador setelah video berakhir. (dea)