Serangan Teror di Mali Tewaskan 15 Tentara

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 03:55 WIB
Serangan Teror di Mali Tewaskan 15 Tentara Ilustrasi serangan. (Ozan KOSE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya 15 tentara tewas dalam serangan  yang terjadi di sebuah pos militer Mali pada Jumat (1/11). Serangan itu terjadi sebulan setelah dua serangan serupa menewaskan 40 tentara di dekat perbatasan dengan Burkina Faso.

Tragedi tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap militer Mali dalam konflik yang terjadi dengan militan Islam belakangan ini. Selain menewaskan 15 orang tersebut,  serangan juga telah mengakibatkan beberapa tentara Mali.


Tidak ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Mali mengutuk serangan tersebut sebagai aksi teroris.


Militer Mali menyatakan telah mengerahkan bala bantuan untuk melacak para penyerang. Mereka juga meningkatkan jumlah tentara di kawasan tersebut agar penyerangan tidak terjadi lagi.

Mali Utara berada di bawah kendali kelompok jihad yang terkait Al-Qaeda setelah tentara mereka gagal menumpas pemberontakan di sana pada 2012 lalu. Kampanye militer yang dipimpin Perancis diluncurkan terhadap kelompok tersebut.

Mereka sebenarnya berhasil memukul mundur kelompok tersebut. Namun, kelompok tersebut berhasil menyusun kembali dan melebarkan serangan mereka ke tentara Mali.

Lihat juga:
ISIS Belum Habis
(AFP/agt)