Tragedi tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap militer Mali dalam konflik yang terjadi dengan militan Islam belakangan ini. Selain menewaskan 15 orang tersebut, serangan juga telah mengakibatkan beberapa tentara Mali.
Lihat juga:Jurnalis Al Jazeera Masuk Daftar Teroris AS |
Tidak ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Mali mengutuk serangan tersebut sebagai aksi teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mali Utara berada di bawah kendali kelompok jihad yang terkait Al-Qaeda setelah tentara mereka gagal menumpas pemberontakan di sana pada 2012 lalu. Kampanye militer yang dipimpin Perancis diluncurkan terhadap kelompok tersebut.
Mereka sebenarnya berhasil memukul mundur kelompok tersebut. Namun, kelompok tersebut berhasil menyusun kembali dan melebarkan serangan mereka ke tentara Mali.
Lihat juga:ISIS Belum Habis |