Bom Bunuh Diri di Nigeria Merenggut 30 Nyawa

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 03:14 WIB
Bom Bunuh Diri di Nigeria Merenggut 30 Nyawa Ilustrasi mayat. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga serangan bom bunuh diri mengguncang Kota Konduga, kawasan timur laut Nigeria pada Senin (17/6). Sebanyak 30 orang dilaporkan meninggal dalam peristiwa itu.

Seperti dilansir AFP, peristiwa itu terjadi di sebuah balai yang penuh dengan warga sedang menyaksikan pertandingan sepakbola. Tiga pelaku meledakkan bom di luar gedung hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
"Korban jiwa sejauh ini bertambah menjadi 30 orang. Ada 40 orang yang terluka," kata Badan Penanggulangan Darurat Negara (SEMA) Usman Kachala.

Insiden terjadi pukul 09.00 waktu setempat. Sebelum kejadian, pemilik balai pertemuan itu sempat menghalangi pelaku.


"Sempat terjadi adu mulut antara pemilik bangunan dan pelaku, sebelum akhirnya terjadi ledakan," kata kepala keamanan setempat, Ali Hassan.

Dua pelaku yang berada di kedai teh yang berada di tengah-tengah kerumunan juga langsung meledakkan bom yang mereka bawa. Hassan menyatakan sebagian besar korban adalah orang-orang yang berada di luar balai yang digunakan untuk menyaksikan tayangan pertandingan sepakbola.
"Sembilan orang meninggal di tempat, termasuk pemilik gedung, dan 48 lainnya terluka," ujar Hassan.

Menurut Kachala, besarnya jumlah korban tewas salah satunya dikarenakan oleh petugas paramedis kesulitan menuju lokasi kejadian.

"Kurangnya fasilitas kesehatan untuk menangani kejadian sebesar itu, serta lambannya memperoleh izin keamanan menuju lokasi membuat jumlah korban tewas cukup besar," kata Kachala.

Sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, nampaknya diduga kuat insiden ini merupakan ulah dari kelompok militan Boko Haram.
Diduga kuat serangan itu dilakukan oleh faksi Boko Haram yang bersembunyi di hutan Sambisa, dekat Konduga. Aksi teror Boko Haram sampai saat ini merenggut 27 ribu nyawa dan menyebabkan dua juta penduduk mengungsi.

Aksi kekerasan oleh Boko Haram juga merembet ke negara tetangga Nigeria, yakni Chad dan Kamerun. Hal itu membuat mereka membentuk satuan tugas bersama memerangi Boko Haram. (ayp/ayp)