Afghanistan akan Bebaskan 3 Tahanan Taliban

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 19:27 WIB
Afghanistan akan Bebaskan 3 Tahanan Taliban Ilustrasi kelompok Taliban. (Foto: AFP PHOTO / NOORULLAH SHIRZADA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan akan membebaskan tiga tahanan militan Taliban berpangkat tinggi. Pembebasan tahanan ini akan dilakukan dengan pertukaran dua sandera Barat yang culik oleh pemberontak pada 2016 lalu.

Ghani mengungkapkan keputusan tersebut ditempuh setelah adanya perundingan mendesak untuk membebaskan dua orang profesor Barat yang diculik oleh kelompok militan pada 2016.

"Kami telah memutuskan untuk membebaskan tiga tahanan Taliban dengan secara kondisional yang ditangkap di luar negeri dengan bantuan mitra internasional kami. Para tahanan ini telah berada di penjara Bagram dengan status sebagai tahanan pemerintah Afghanistan selama beberapa waktu," ungkap Ghani seperti dilansir AFP.


Salah satu tahanan Taliban yang akan dibebaskan yakni Anas Haqqani dan kakak lelakinya yang merupakan wakil pemimpinan Taliban dan kepala jaringan Haqqani yang terafiliasi dengan Taliban. Keduanya ditangkap pada 2014 lalu.

Ghani mengatakan tahanan yang akan dibebaskan oleh Taliban terdiri dari seorang Australia dan Amerika.

[Gambas:Video CNN]

Kendati tidak merinci kondisi para tahanan, Ghani mengatakan kesehatan mereka memburuk saat menjadi tahanan para teroris.

Ia mengatakan pembebasan dua warga negara asing oleh Taliban membuka jalan dimulainya proses negosiasi langsung antara pemerintah dan kelompok teroris. Seperti diketahui, kelompok Taliban sudah sejak lama menolak upaya negosiasi oleh pemerintahan Ghani.

Kelompok bersenjata Taliban yang mengenakan seragam militer pada 2016 lalu menangkap dua orang profesor Universitas Amerika di jantung kota Kabul.

Kedua tahanan tersebut yakin Kevin King dari AS dan Timothy Weeks dari Australia. Kendati demikian, kelompok pemberontak mengatakan bahwa kondisi kesehatan King buruh.

Universitas Amerika yang berada di Afghanistan dibuka pada 2006 lalu. Sejumlah civitas akademisi dari negara-negara Barat datang sebagai staf pengajar untuk kampus yang diisi oleh kalangan elite tersebut. (evn/evn)