Serangan Israel ke Suriah Tewaskan Tokoh Senior Jihad Islam

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 18:16 WIB
Serangan Israel ke Suriah Tewaskan Tokoh Senior Jihad Islam Ilustrasi. Serangan roket Israel ke Jalur Gaza. (Foto: Mahmud Hams / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Israel pada Selasa (12/11) diketahui tidak hanya meluncurkan serangan ke Jalur Gaza, tetapi juga Suriah. Serangan itu dilaporkan menewaskan tiga orang termasuk tokoh senior kelompok militan Palestina, Jihad Islam.

Kantor berita Suriah, SANA, menuturkan Akram al-Ajouri, anak laki-lakinya bernama Muadh, dan seorang lainnya tewas dalam serangan yang terjadi di Damaskus tersebut.

SANA melaporkan dua roket Israel menerjang rumah Ajouri "dan menewaskan anak laki-lakinya serta orang lain."


Seorang koresponden AFP di tempat kejadian menuturkan serangan yang terjadi pada Selasa (12/11) dini hari tersebut turut menghancurkan sebuah bangunan tiga lantai di ibu kota. Lokasi gedung tidak jauh dari kedutaan besar Libanon.

Melalui pernyataan, Jihad Islam membenarkan kematian Ajouri dan anaknya dalam serangan itu.

"Rumah seorang anggota biro politik Jihad Islam di Palestina, Akram al-Ajouri, juga menjadi sasaran Israel di Damaskus, menewaskan salah satu putranya," bunyi pernyataan itu.

Militer Israel tak segera berkomentar terkait serangan tersebut.

Namun, sebelumnya, militer Israel juga turut meluncurkan serangan ke rumah pemimpin Jihad Islam, Baha Abu Al-Ata di distrik Shejayia, Jalur Gaza. Ata bersama istrinya dinyatakan tewas dalam serangan itu.

[Gambas:Video CNN]

Militer Israel menuturkan serangan itu merupakan bagian dari operasi gabungan antara militer dan pasukan keamanan domestik, Shin Bet.

Ata telah lama menjadi incaran Israel yang menganggapnya sebagai "bom aktif". Ia dianggap dalang serangan roket yang mengarah ke wilayah Israel.

Selain roket, Israel juga menuduh Ata berada di balik setiap serangan penembakan dan drone selama ini.

Kematian Ata dilaporkan memicu tindakan balasan dari kelompok militan Palestina di Gaza. Mereka dilaporkan menembakkan sejumlah roket secara sporadis dari Gaza ke wilayah Israel.

Sirine peringatan serangan udara pun terdengar di selatan Israel, terutama wilayah yang berbatasan dengan Gaza. Hingga kini, belum jelas apakah serangan roket itu mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa.

Jihad Islam merupakan kelompok militan Palestina terkuat kedua yang bermarkas di Jalur Gaza setelah Hamas.

Kedua kelompok militan itu merupakan sekutu dekat. Hamas mengancam akan melakukan tindakan pembalasan terhadap serangan Israel tersebut. (rds/evn)