Protes Uang Kuliah Naik, Mahasiswa dan Polisi India Bentrok

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 05:20 WIB
Protes Uang Kuliah Naik, Mahasiswa dan Polisi India Bentrok Ilustrasi bentrokan di India. (Photo by STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian India terlibat bentrok dengan ribuan mahasiswa Universitas Jawaharlal Nehru, yang tengah menggelar demonstrasi menentang kenaikan iuran kuliah di jalanan New Delhi pada Senin (18/11) kemarin.

Media lokal melaporkan kepolisian bahkan telah mendakwa beberapa kelompok demonstran. Puluhan mahasiswa universitas tersohor di India itu dilaporkan ditahan akibat bentrok.

Universitas Jawaharlal Nehru merupakan salah satu kampus bergengsi di India. Sejumlah politikus dan pejabat India, termasuk Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar dan pemenang hadiah Nobel ekonomi tahun ini, Abhijit Banerjee, adalah jebolan kampus itu.


Demonstrasi itu berlangsung sejak pekan lalu, ketika sekelompok mahasiswa yang terdiri lebih dari empat orang berkeras menggelar protes meski sudah dilarang.

Para mahasiswa bahkan memaksa menerobos barikade polisi dan memulai pawai dari kampus hingga ke gedung parlemen India.

[Gambas:Video CNN]

Selain memprotes kenaikan iuran kuliah, para mahasiswa juga mengeluhkan penerapan jam malam dan sejumlah aturan kampus lainnya.

Akibat demonstrasi itu, polisi terpaksa menutup tiga stasiun kereta.

Bentrokan antara aparat dan mahasiswa juga terjadi pada pekan lalu, di mana polisi sampai harus menembakkan meriam air ke arah kerumunan pedemo.

Dilansir AFP, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah membentuk panel untuk berdialog dengan mahasiswa demi meredam aksi protes. Namun, para mahasiswa berkeras tidak akan menghentikan demonstrasi sampai kenaikan iuran kuliah dibatalkan.

"Kami juga tidak akan mengakhiri protes sampai polisi membebaskan siswa yang ditahan," ujar Jitendra, seorang mahasiswa yang ikut berdemo.

Demonstrasi ini turut menyuarakan keprihatinan dari para pengajar universitas.

Meski terjadi bentrokan, polisi menganggap demonstrasi mahasiswa tersebut sebagai aksi damai. (rds/ayp)