Ledakan Gas Tambang Batu Bara di China, 15 Orang Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 12:28 WIB
Ledakan Gas Tambang Batu Bara di China, 15 Orang Tewas Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 15 orang tewas dan sembilan orang lainnya terluka akibat ledakan gas di dalam sebuah tambang batu bara di Shanxi, China. Tambang itu dilaporkan milik perusahaan Grup Shanxi Pingyao Fengyan Coal & Coke.

AFP melaporkan, Rabu (20/11), saat ledakan terjadi ada 35 pekerja tambang yang sedang bekerja di bawah tanah. Hanya 11 orang di antara mereka yang berhasil menyelamatkan diri.


Para penambang yang terluka kini berada dalam kondisi stabil.


Pejabat Pemerintah Shanxi bagian Keselamatan Tambang Batu Bara, Shen Xuping, mengatakan kejadian pada Senin (18/11) siang itu menunjukkan kurangnya kesadaran akan penegakan hukum serta manajemen yang kacau dari perusahaan yang bersangkutan.

Ia juga menambahkan aktivitas yang bertentangan dengan hukum dan regulasi yang ada menjadi penyebab dari insiden tersebut. Investigasi terhadap kasus itu masih dilakukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Kecelakaan dalam tambang yang mematikan banyak terjadi di China seiring dengan adanya catatan keamanan yang buruk di dalam industri tersebut.

Pada Desember 2016, ledakan di dua tambang batu bara yang berbeda di wilayah Mongolia dan provinsi Heilongjiang menewaskan 59 orang.


Lalu di Shandong utara, tekanan di dalam tambang menyebabkan bebatuan di dalamnya retak dan hancur sehingga akses terowongan tertutup. Akibatnya, 21 orang dari para penambang yang terjebak tewas dan satu orang selamat pada Oktober 2018.

Terbaru, tujuh orang tewas akibat alat penghubung pada gerobak tambang rusak hingga menyebabkan gerobak tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang.

Terkait kecelakaan tersebut, Dewan Negara telah mengadakan pertemuan yang meminta perlunya tindakan tegas dalam masalah keselamatan dalam proses produksi untuk meningkatkan keselamatan kerja pada pekan lalu. (fls/ayp)