Pria Ditangkap di Bandara karena Ketahuan Menyamar Jadi Pilot

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 23:23 WIB
Pria Ditangkap di Bandara karena Ketahuan Menyamar Jadi Pilot Ilustrasi. (Istockphoto/Humonia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria India ditangkap karena ketahuan menyamar menjadi pilot sebuah maskapai. Aksi Rajan Mahbubani (48) terbongkar saat dia hendak terbang dari Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, menuju Kolkata dengan maskapai AirAsia, Selasa (19/11).

Dikutip CNN, Kamis (21/11) penangkapan berawal dari kecurigaan pegawai AirAsia melihat Mahbuban yang berpakaian pilot maskapai Lufthansa. Pegawai tersebut langsung menghubungi pihak Lufthansa untuk mengonfirmasi identitas Mahbubani.


Wakil komisaris polisi bandara, Sanjay Bhatia, mengatakan pegawai Lufthansa kemudian melapor ke petugas keamanan bandara bahwa ada penumpang yang meniru kapten pilot maskapai tersebut.


Tidak lama setelah itu pelaku ditangkap di gerbang keberangkatan. Petugas keamanan bandara menyerahkan Mahbubani ke kepolisian New Delhi.

[Gambas:Video CNN]

Polisi menemukan kartu identitas pilot Lufthansa palsu yang digunakan pelaku untuk mendapatkan berbagai hak istimewa di bandara. Dia juga memakai seragam itu untuk membuat konten video di media sosial.

"Setelah ditahan, Mahbubani mengaku biasa merekam video-video YouTube dan TikTok di dalam pesawat dan mendapatkan kartu identitas Lufthansa palsu di Thailand," kata Bhatia.


Penyelidikan juga mengungkap pelaku sering memakai seragam untuk menipu petugas bandara agar bisa lolos pemeriksaan keamanan dan mendapatkan kursi penumpang di kelas lebih tinggi.

Aksi Mahbubani ini mirip adegan film 'Catch Me If You Can'. Film garapan sutradara Stephen Spielberg itu mengisahkan tentang Frank Abagnale yang menyamar sebagai awak kabin agar bisa melakukan perjalanan gratis.


Kasus penipuan identitas bukanlah yang pertama kali terjadi di India. Sebelumnya, pria bernama Jayesh Patel (32) ditangkap di bandara yang sama karena memalsukan identitas dengan berpura-pura menjadi kakek 81 tahun agar bisa masuk pesawat tujuan New York, pada September lalu. (fls/dea)