Netanyahu Ungkap Ancaman Iran Serang Israel

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 07:55 WIB
Netanyahu Ungkap Ancaman Iran Serang Israel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (AP Photo/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran merencanakan serangan terhadap negara Yahudi itu. Kata dia, Israel akan melakukan segala cara untuk mencegah serangan Iran.

Hal itu disampaikan Netanyahu saat mengunjungi pangkalan militer di perbatasan Suriah, Minggu (24/11) atau selang dua hari setelah dia didakwa dalam kasus korupsi.

"Agresi Iran di wilayah kami akan terus berlanjut. Kami akan melakukan segala cara untuk mencegah mereka menyerang," kata Netanyahu di Dataran Tinggi Golan dikutip dari AFP.



Dia menegaskan bahwa Israel juga akan menggagalkan upaya pemindahan senjata mematikan dari Iran ke Suriah, baik melalui udara atau darat.

"Kami juga akan mengambil tindakan untuk menggagalkan upaya Iran untuk mengubah Irak dan Yaman menjadi pangkalan peluncuran roket dan rudal," ujarnya.

Pada Rabu lalu Militer Israel menyatakan telah menyerang puluhan serangan yang menargetkan pasukan Iran dan militer Suriah.


Lembaga pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rigt (SOHR), mengatakan 23 orang tewas dalam serangan itu, yakni 21 militan dan dua warga sipil.

Serangan tersebut merupakan respons atas empat roket yang ditembakkan ke Israel dari Suriah sehari sebelumnya. Namun sistem pertahanan rudal Israel berhasil mencegat empat roket itu.

Netanyahu didakwa dengan tiga skandal termasuk menerima suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit mengungkapkan dakwaan tersebut disampaikan setelah melalui proses investigasi selama tiga tahun.

[Gambas:Video CNN]

Ia menegaskan tuduhan terkait dakwaan terhadap Netanyahu semata-mata karena pertimbangan profesional dan tidak terkait muatan politik.

Surat dakwaan mencatat Netanyahu menerima ratusan ribu dolar sampanye dan cerutu dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer yang diperkirakan senilai US$200 ribu. (dea)