Kondisi Darurat, Dokter Sedot Langsung Urine Kakek di Pesawat

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 11:26 WIB
Kondisi Darurat, Dokter Sedot Langsung Urine Kakek di Pesawat Ilustrasi. (Dok. Freeuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang dokter di China melakukan tindakan medis darurat dengan menyedot urine kakek yang mengalami retensi saat melakukan perjalanan dari Guangzhou ke New York, Amerika Serikat.

Dikutip dari South China Morning Post, insiden itu terjadi dalam penerbangan China Southern Airlines.

Awak maskapai melakukan panggilan bantuan medis sekitar 10 jam setelah keberangkatan bahwa ada seorang kakek yang berkeringat, mengalami pembengkakan perut, dan pembesaran pada prostat.



Kemudian dua orang dokter ahli bedah bernama Zhang Hong dari Rumah Sakit Berafiliasi Pertama Universitas Jinan, Guangzhou, dan Xiao Zhanxiang dari Rumah Sakit Provinsi Hainan, Haikou, merespons panggilan tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan.

Setelah pemeriksaan awal, Zhang menemukan kakek mengalami gejala syok dan mengestimasi ada sekitar satu liter urine yang ada di dalam kandung kemihnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga diketahui menderita retensi urine akut atau gangguan pada kandung kemih akibat kesulitan mengeluarkan urine.

Dalam waktu enam jam menuju New York, akhirnya para dokter memutuskan untuk melakukan menusuk kandung kemih tersebut untuk mengeluarkan urine yang tidak dapat dikeluarkan menggunakan alat hisap rakitan yang terbuat dari sedotan kotak susu, jarum suntik, dan pipa dari masker oksigen.

"Jika kami tidak bertindak tepat waktu, risiko ada pada nyawa pasien," kata Zhang.

Sesaat setelahnya, petugas kabin meletakkan selimut di lantai pada bagian belakang pesawat dan membaringkan pasien untuk menjalankan prosedur darurat.


Akan tetapi, mereka mengalami kendala ketika jarum yang digunakan untuk mengeluarkan urine tidak cukup besar untuk mengeluarkannya tanpa mengurangi rasa sakit dari organ yang bengkak tersebut.

Zhang akhirnya memutuskan untuk melakukan cara lain, yaitu mengeluarkan urine dengan alat hisap secara manual dengan menyedot urine tersebut sendirian dan membuangnya ke sebuah gelas.

Selama kurang lebih 30 menit, ia berhasil mengeluarkan urine sebanyak kurang lebih 800 mililiter.


Tindakan itu ia anggap sebagai cara terbaik untuk melancarkan saluran urine tersebut.

"Saat itu adalah situasi darurat. Saya tidak dapat memikirkan cara lain. Ketika saya melihat pria tersebut tidak dapat menahan rasa sakitnya, saya hanya berpikir bagaimana cara untuk mengeluarkan urine itu dari kandung kemihnya," ujar dia.

Setelah proses tersebut selesai, para dokter menyuruhnya berbaring selama kurang lebih 30 menit untuk proses pemulihan dan melakukan pemeriksaan ke dokter ketika mendarat di lokasi tujuan. (fls/dea)