Trump Pecat Panglima AL karena Selisih soal Kejahatan Perang

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 17:22 WIB
Trump Pecat Panglima AL karena Selisih soal Kejahatan Perang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (SAUL LOEB / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Panglima Angkatan Laut Richard Spencer setelah berselisih pendapat soal pemecatan seorang anggota Navy SEAL atas kasus dugaan kejahatan perang.

Anggota Navy SEAL itu bernama Edward Gallagher. Ia dituduh melakukan pembunuhan tingkat tinggi saat bertugas di Irak pada 2017 lalu. 

Gallagher dituding membunuh tahanan ISIS dan sejumlah warga sipil lainnya di Irak. 



Angkatan Laut AS telah meluncurkan sidang militer untuk memutuskan sanksi bagi Gallagher dan tiga anggota lain dari unitnya.

Namun, alih-alih mendukung Gallagher untuk dihukum, Trump menolak vonis yang dijatuhkan terhadap Gallagher terkait kasus pembunuhan tersebut.

Pada Juli lalu, Gallagher terbebas dari segala tuduhan pembunuhan dan pelanggaran kode etik. Ia malah dihukum atas kasus yang lebih ringan, yakni berpose grup dengan jasad seorang anggota ISIS bersama beberapa anggota unitnya.

[Gambas:Video CNN]

Melalui kicauan di Twitter, Trump menganggap Gallagher telah "diperlakukan sangat buruk" oleh Angkatan Laut AS.

Ia juga mengatakan Gallagher tidak akan dipecat, namun pensiun dari pasukan elite SEAL.

"Eddie [Gallagher] akan pensiun dengan damai dengan seluruh penghargaan yang ia dapat," kata Trump di Twitter.


Trump menuturkan telah meminta Spencer mengundurkan diri atas perdebatan ini. Ia juga meminta Spencer mengundurkan diri karena dianggap gagal menangani pengeluaran Angkatan Laut AS yang boros.

Merespons pemecatannya, Spencer mengaku tidak lagi satu pemahaman dengan Trump yang dulu menunjuknya. Dalam sistem pemerintahan AS, seorang presiden juga menjabat sebagai panglima militer.


"Dengan ini saya mengajukan pengunduran diri saya sebagai Kepala Angkatan Laut AS," kata Spencer seperti dikutip AFP. (rds/dea)