Warga Prancis Diculik Saat Plesir ke Meksiko

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 11:17 WIB
Warga Prancis Diculik Saat Plesir ke Meksiko Ilustrasi penculikan. (Foto: Istockphoto/FlyMint Agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Prancis dilaporkan menjadi korban penculikan ketika mengunjungi sebuah taman nasional di Meksiko. Kedutaan besar Prancis di Mexico City mengatakan korban dilaporkan diculik ketika bersama seorang warga negara Meksiko.

Saat kejadian, korban tengah berada di dalam kendaraan. Ia kemudian didatangi seorang tak dikenal yang masuk melakukan aksi penyergapan dan masuk ke dalam mobil.

Penculik masuk ke mobil untuk melakukan aksi penyergapan dan memaksa korban untuk pergi meninggalkan taman nasional.


Pihak kedutaan mengatakan pihaknya mendapat laporan soal warga negara yang menjadi korban penculikan dan melakukan upaya pencarian dengan bantuan kepolisian Meksiko.

"Kami secara intens melakukan kontak dengan otoritas Meksiko yang membantu menemukan warga kami," kata pihak kedutaan Prancis seperti dilansir AFP.

Kedutaan mengonfirmasi warga yang menjadi korban penculikan bernama Frederic Michel. Sementara pelaku penculikan yakni warga Meksiko bernama Alejandro Sandi.

[Gambas:Video CNN]

Kepolisian dan Garda Nasional kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian penculikan.

Penculik diketahui membebaskan korban yang kemudian mendapat pendampingan dari pihak berwenang untuk penyembuhan trauma.

Taman nasional Nevado de Toluca berada di negara bagian Meksiko menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan. Berjarak 50 kilometer dari pusat kota Meksiko, taman nasional ini kerap diselimuti salju.

Penculikan warga asing yang tengah mengunjungi Meksiko bukan pertama kali terjadi. Pada Juni lalu, mahasiswa asal Amerika yang menempuh pendidikan di Guadalajara, Meksiko dilaporkan menjadi korban penculikan.

Setelah disekap selama lima hari, ia kemudian dibebaskan dan diterbangkan kembali ke Amerika Serikat tanpa ada informasi lebih rinci.

Aksi penculikan di Meksiko meningkat signifikan sepanjang tahun, tercatat sekitar 1.700 orang menjadi korban penculikan selama periode Januari hingga Oktober. Jumlah tersebut meningkat 38 persen dibanding periode yang sama setahun silam. (evn/evn)