Demo Irak Tewaskan Satu Orang dan 18 Terluka

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 03:31 WIB
Demo Irak Tewaskan Satu Orang dan 18 Terluka Ilustrasi demo anti-pemerintah Irak. (Foto: AP Photo/Hadi Mizban)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang demonstran tewas setelah tertembak dengan peluru karet dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Baghdad, Irak, Selasa (26/11). Tidak hanya itu, 18 demonstran lainnya juga dilaporkan terluka.

Dikutip AFP, petugas medis menyatakan insiden tersebut terjadi di dekat jembatan Al-Ahrar ketika beberapa demonstran berusaha menyebrang jembatan yang dijaga beberapa petugas keamanan. Jembatan itu diketahui menghubungkan gedung-gedung pemerintahan di tepi barat Sungai Tigris.

Daerah dekat jembatan yang berada di utara Lapangan Tahrir tersebut menjadi lokasi kericuhan dengan adanya serangan rentetan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam. Polisi melakukan perlawanan untuk memukul mundur kerumunan massa yang melewati jembatan tersebut.


Demo kali ini diperkirakan menewaskan 350 orang dan 15 ribu lainnya luka-luka. Para pedemo menyerukan aksi anti-pemerintah yang terjadi di Baghdad dan beberapa wilayah lain di selatan Irak hampir dua bulan lalu.

Di kota Hillah yang terletak di bagian selatan Baghdad, beberapa petugas keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran pada Senin (25/11) malam. Akibatnya sekitar 60 orang dilaporkan menderita luka-luka.

[Gambas:Video CNN]

Sementara di kota Diwaniyah, beberapa sekolah danbangunan publik ditutup selama sebulan terakhir akibat kericuhan dan upaya penutupan jalan. Padahal aksi perkelahian antara massa dan polisi anti huru hara belakangan kian jarang terjadi di lokasi tersebut.

Pada Senin malam, para demonstran berusaha untuk memblokir akses jalan pada beberapa jembatan utama dan salah satu dari tiga pembangkit listrik dengan membakar ban di sepanjang jalan raya menuju kota Najaf dan kota Samawa.

Demonstran dan petugas keamanan di Karbala terlibat bentrokan dan aksi saling lempar bom molotov.

Demonstrasi yang melibatkan serangan antara demonstran dan polisi juga menyebabkan dan 13 polisi yang berjaga terluka dan tiga ladang minyak yang berada di kota Dhi Qar, yaitu Garraf, Nasiriyah, dan Subba ditutup.

Sebagai negara produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), Iran memproduksi 3,6 juta barel minyak setiap harinya. 200 ribu di antaranya diproduksi di tiga kilang minyak itu.
Meski konflik telah terjadi selama dua bulan terakhir, tetapi produksi maupun pada ekspor minyak mentah di Iran tidak berpengaruh secara signifikan. (fls/evn)