RI Dorong Perempuan Afghanistan Jadi Negosiator Perdamaian

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 12:45 WIB
RI Dorong Perempuan Afghanistan Jadi Negosiator Perdamaian Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka dialog antara pemerintah Indonesia dan perempuan Afghanistan di Jakarta, Jumat (29/11). (CNN Indonesia/ Riva Dessthania)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia berupaya memberdayakan perempuan Afghanistan untuk bisa lebih aktif lagi menjadi mediator dan negosiator perdamaian di negara Asia Selatan itu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menganggap kaum perempuan, termasuk perempuan Afghanistan, memiliki andil besar dalam menciptakan perdamaian yang inklusif.

"Dialog sangat penting antara orang-orang Afghanistan, terutama antara perempuan Afghanistan dari berbagai latar belakang, karena kami percaya perempuan merupakan aktor penting dalam menciptakan perdamaian dan pembangunan yang inklusif," kata Retno saat membuka dialog antara pemerintah Indonesia dan perempuan Afghanistan di Jakarta, Jumat (29/11).



Dalam acara itu, pemerintah Indonesia mengundang sedikitnya 38 perempuan Afghanistan dari berbagai latar belakang. Beberapa perempuan berasal dari wilayah perkotaan, sementara yang lainnya dari pedesaan.

Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Hasina Safi, juga turut hadir dalam acara tersebut.

Retno mengatakan setidaknya ada empat elemen yang patut diperhatikan pemerintah Afghanistan agar program pemberdayaan perempuan bisa sukses membantu perdamaian di negara itu.

[Gambas:Video CNN]

Pertama, pemberdayaan perempuan harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas dan akses pendidikan bagi kaum perempuan Afghanistan.

Selain itu, setiap kalangan masyarakat Afghanistan juga harus bisa mendukung pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sosial di negaranya.

"Karena dengan pendidikan, kaum perempuan bisa mengerti hak dan tanggung jawab mereka. Pendidikan juga bisa memberdayakan cara pandang mereka terkait suatu hal," kata Retno.


"Selain itu, dukungan masyarakat, keluarga, dan pemerintah dalam bentuk kebijakan juga berdampak pada kesuksesan pemberdayaan perempuan itu sendiri," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Safi menyambut baik komitmen dan kontribusi Indonesia selama ini dalam membantu proses perdamaian di negaranya.

Ia berharap inisiatif Indonesia ini bisa menjadi pembuka jalan agar masyarakat terutama kaum perempuan Afghanistan bisa lebih berkontribusi dalam merealisasikan perdamaian bagi mereka sendiri.


"Karena yang terpenting adalah bagaimana kita menghubungkan akar rumput dan pemerintah terkait perdamaian seperti apa yang ingin kita capai bersama selama ini," kata Safi. (rds/dea)