Kilas Internasional

RI di Dewan Biosfer hingga Seruan Blokir Medsos Petinggi Iran

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 06:35 WIB
RI di Dewan Biosfer hingga Seruan Blokir Medsos Petinggi Iran Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Arrmanatha C Nasir. (ANTARA FOTO/ho/Suwandy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan Biosfer Dunia UNESCO, International Coordination Council of Man and Biosphere (ICC-MAB) hingga seruan Amerika Serikat untuk memblokir Facebook, Instagram, dan Twitter para pemimpin Iran meramaikan berita internasional, Minggu (24/11).

1. Indonesia Terpilih Lagi Jadi Anggota Dewan Biosfer Dunia

Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan Biosfer Dunia UNESCO, International Coordination Council of Man and Biosphere (ICC-MAB), untuk periode 2019-2023 melalui proses pemungutan suara yang berlangsung di markas besar UNESCO di Paris, Kamis (21/11).


Sebelumnya, Indonesia juga sudah menjadi ICC-MAB periode 2015-2019. Berdasar keterangan dari KBRI Paris yang diterima Antara London, keputusan ini dicapai dalam pemilihan badan-badan subsider UNESCO yang berarti Indonesia akan meneruskan mandat yang sama.


2. Di Jepang, Paus Fransiskus Sebut Bom Nuklir Menghina Surga

Pemimpin Tahta Suci Vatikan Paus Fransiskus mengunjungi kota bersejarah Hiroshima, Minggu (24/11). Kunjungan yang dilakukan dalam lawatannya ke Jepang ini dilakukan untuk mengenang kekejian bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kunjungan itu, Paus menyebut penggunaan bom nuklir adalah sebuah kejahatan. Hal ini diungkap setelah ia melakukan pertemuan emosional dengan para penyintas peristiwa mengerikan itu.

3. AS Minta Facebook dan Twitter Blokir Akun Pemimpin Iran

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta Facebook, Instagram, dan Twitter, untuk memblokir sementara akun para pemimpin Iran.

Hal ini dilakukan terkait dengan pemblokiran akses internet yang dilakukan pemerintah Iran hampir di seluruh wilayah Iran akibat kerusuhan yang melanda negara itu lebih dari seminggu terakhir.


Pemerintah AS meminta pemblokiran akses dilakukan sampai Teheran mengembalikan akses internet negara itu. Kebijakan pemblokiran dilakukan untuk mengatasi aksi protes yang diwarnai kekerasan. (dea)