Barack Obama Undang 18 Pemuda Indonesia untuk Bahas Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 20:50 WIB
Barack Obama Undang 18 Pemuda Indonesia untuk Bahas Dunia Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang 18 anak muda asal Indonesia untuk dididik menjadi calon pemimpin.

Mereka terpilih masuk dalam Obama Foundation Leaders: Asia-Pacific, komunitas global lintas sektor yang terdiri dari 200 pemimpin muda dari 33 negara.

Perwakilan Obama Leaders dari Indonesia itu akan bergabung dengan peserta dari negara lain di Asia Pasifik di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10-14 Desember 2019 mendatang.



Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (21/11), pertemuan tersebut akan mengawali program kepemimpinan yang berlangsung selama satu tahun.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Barack Obama dan Michelle Obama itu akan diisi workshop peningkatan keterampilan, pelatihan pengembangan kepemimpinan, sekaligus peluang untuk saling menjalin hubungan dan berjejaring.

Mereka juga akan memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan ke dalam berbagai skenario dengan menggunakan pendekatan kreatif yang berbasis nilai dalam memecahkan masalah. Juga terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

Para pemuda itu akan mendapatkan masukan dan bekal tentang berbagai topik seperti kemajuan dan peluang di wilayah Asia-Pasifik.

Usai pertemuan itu mereka akan meneruskan pembelajaran jarak jauh selama satu tahun melalui webinar dan serangkaian kuliah virtual.

Salah seorang Obama Leaders dari Indonesia Jerry Winata, mengatakan, lebih dari setengah populasi dunia menetap di Asia dan Pasifik. Karena itu, kawasan ini menjadi sangat penting secara politis, ekonomis, dan lingkungan.


Kata dia, itu sebabnya, setiap perubahan dan dinamika yang terjadi di kawasan Asia Pasifik akan turut memengaruhi situasi global.

Menurut Jerry, kebanyakan negara di kawasan Asia Pasifik termasuk negara berkembang yang menghadapi dilema orientasi pembangunan antara pertumbuhan ekonomi versus perlindungan lingkungan hidup.


"Saya sangat bersemangat untuk menjalin hubungan dengan 200 pemimpin muda dari wilayah Asia-Pasifik untuk mencari jalan yang lebih terang untuk pembangunan berkelanjutan," ujar pria yang telah lama berkecimpung di ranah pembangunan itu. (dea)