Topan Kammuri Mengarah ke Filipina Jelang Pembukaan SEA Games

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 16:40 WIB
Topan Kammuri Mengarah ke Filipina Jelang Pembukaan SEA Games Ilustrasi badai di Filipina. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topan Kammuri yang terbentuk di Samudra Pasifik dilaporkan mengarah ke Filipina. Hal ini diperkirakan bisa mengganggu kegiatan kompetisi olahraga Southeast Asian (SEA) Games ke-30 yang dimulai akhir pekan ini.

Seperti dilansir Philippine Star, Jumat (29/11), kecepatan Topan Kammuri saat ini mencapai 170 kilometer per jam dari sebelumnya 130 kilometer per jam. Saat ini jaraknya diperkirakan masih sekitar 1,470 kilometer dari sebelah selatan Luzon.

Akan tetapi, topan itu diperkirakan bakal mencapai Filipina pada Sabtu malam atau Minggu pagi waktu setempat. Kemungkinan topan itu akan menyebabkan hujan deras dan petir.


Menurut badan prakiraan cuaca Filipina, PAGASA, menyatakan akan mengaktifkan sinyal siklon tropis di kawasan Bicol dan sebelah timur Visayas pada Minggu pagi. Namun, menurut Kepala PAGASA, Esepranza Cayanan, keputusan menunda atau menjadwalkan ulang pertandingan sepenuhnya ada di tangan panitia SEA Games.

Acara pembukaan SEA Games akan mulai dibuka pada Sabtu (30/11) besok. Ajang itu akan berlangsung sampai 11 Desember mendatang.

[Gambas:Video CNN]

SEA Games digelar di Manila, Tarlac, Pampanga, Zambales, Cavite, Batangas dan Laguna.

Filipina juga tengah disorot karena sejumlah fasilitas penunjang SEA Games 2019 belum selesai dikerjakan. Bahkan, Presiden Rodrigo Duterte meminta mengusut penyelenggara karena dugaan korupsi.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan CNNIndonesia.com, para atlet mengeluhkan akomodasi seperti ketersediaan hotel dan makanan yang jauh dari ideal. Bahkan awak media juga mengeluhkan proses akreditasi liputan yang belum rampung. Saat SEA Games 2017, hal-hal semacam itu tidak menjadi persoalan jelang pembukaan.

Di SEA Games 2019, cabang olahraga seperti polo, polo air, netball, floorball, sepak bola, ice skating, layar, dan windsurfing, berlangsung lebih dahulu sejak 24 November. Otomatis, para awak media pun datang lebih cepat. Namun, panitia penyelenggara tampak tidak siap menghadapi gelombang peliput maupun penonton SEA Games 2019.


Di Bandara Internasional Ninoy Aquino, misalnya, tidak ada jalur khusus bagi para awak media untuk melewati imigrasi. Pernak-pernik atau dekorasi yang menggambarkan sedang merayakan pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu juga tidak terasa. (ayp/ayp)