Tunangan Khashoggi Kecam Sikap Dunia Internasional Atas Saudi

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 04:25 WIB
Tunangan Khashoggi Kecam Sikap Dunia Internasional Atas Saudi Pembunuhan Jamal Khashoggi diduga didalangi oleh Arab Saudi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tunangan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi mengecam kepasifan komunitas internasional terhadap Arab Saudi, Selasa (3/12). Hatice Cengiz mempertanyakan kelangsungan kasus pembunuhan Khashoggi yang terjadi 14 bulan lalu.

Khashoggi adalah warga Arab Saudi yang seorang kontributor Washington Post. Ia lantas berganti kependudukan ke AS setelah bermasalah dengan pemerintah Saudi.

Ia dibunuh pada Oktober 2018 oleh agen-agen Saudi ketika berada di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Saat itu ia masuk ke Kedubes Arab Saudi untuk mendapatkan dokumen sebelum pernikahannya dengan Hatice Cengiz.

Didampingi Agnès Callamard, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar proses hukum, ringkasan atau arbitrer, Cengiz menyesalkan "tidak ada tindakan signifikan oleh masyarakat internasional" atas pembunuhan Khashoggi.


"Ini bukan kasus yang bisa ditutup seperti ini. Bagi saya, pembunuhan Jamal Khashoggi adalah pembunuhan paling tidak manusiawi sepanjang era modern," katanya.

Dalam temuan sebelumnya, diduga Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi. Bagian tubuhnya lantas dikuburkan di beberapa tempat terpisah.

[Gambas:Video CNN]


"Saya ingin hal ini terus mengganggu orang. Beberapa orang harus kehilangan kenyamanan tidur mereka," tambahnya.

Laporan Callamard berhasil menemukan "bukti yang meyakinkan" soal hubungan pembunuhan jurnalis itu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Dalam hal ini, Callamard tidak berbicara sebagai perwakilan PBB. Namun, ia telah melaporkan temuan ini ke PBB. Ia pun meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memulai penyelidikan kriminal internasional ke dalam kasus ini.

"Kami menyerukan penyelidikan internasional, itulah yang saya pribadi panggil dan kerjakan," kata Cengiz.

Callamard menyerukan diberlakukannya moratorium ekspor peralatan pengawasan ke Arab Saudi. Ia punmeminta dijatuhkan sanksi kepada para pejabat senior Arab Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, termasuk Putra Mahkota.

"Uni Eropa, seperti halnya komunitas internasional lainnya, sangat mengecewakan dalam reaksi dan tindakannya terhadap Arab Saudi," kata Callamard, yang berada di Brussels untuk bertemu dengan para pejabat Uni Eropa.

Ia pun mengkritik pertemuan G20 mendatang yang akan diadakan di Arab Saudi sebagai sebuah kesalahan. Ia pun menyerukan agar kebebasan pers dan perlindungan hak asasi manusia dimasukkan ke dalam agenda pertemuan itu. (eks)