Mantan Staf Mengaku Dilecehkan, Anwar Ibrahim Membantah

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 19:38 WIB
Mantan Staf Mengaku Dilecehkan, Anwar Ibrahim Membantah Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR), Anwar Ibrahim. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan staf politikus Malaysia, Anwar Ibrahim, mengaku menjadi korban pelecehan seksual ketika masih bekerja untuk Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu. Namun, Anwar menyangkal hal itu.

Klaim itu diutarakan Muhammad Yusoff Rawter (26) melalui videonya yang diunggah di akun Facebook pada Rabu (4/12) kemarin. Yusoff mengatakan hal itu terjadi di kantor Anwar yang terletak di pinggiran Kuala Lumpur, pada masa awal kampanye pemilihan sela Port Dickson 2018 lalu.
Anwar, yang baru beberapa bulan bebas dari tahanan, memenangkan pemilihan itu dan kini menjadi anggota parlemen perwakilan wilayah Port Dickson.

"Peristiwa itu keji, berbahaya, menjijikan secara moral dan kriminal. Kejadian itu telah membuat saya trauma dan terganggu hingga batas tertentu," kata Yusoff dalam video yang ia klaim sebagai pernyataan kepada media.


Anwar membantah tudingan yang muncul menjelang kongres nasional tahunan PKR. Politikus yang digadang akan menggantikan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia tersebut menyatakan tudingan itu sebagai fitnah.

[Gambas:Video CNN]

Kuasa hukum Anwar, Ramkarpal Singh, telah mengadukan Yusoff ke polisi akibat klaim pelecehan tersebut. Selain dianggap sebagai pembunuhan karakter, Anwar menganggap klaim pelecehan Yusoff sebagai trik untuk menjatuhkannya dalam proses transisi kepemimpinan di Malaysia.

"Level politik macam selokan yang berlangsung di negara ini telah menjadi budaya yang menjijikan," kata Anwar seperti dikutip The Straits Times.

Tuduhan pelecehan ini yang ketiga kalinya disematkan kepada Anwar. Politikus berusia 72 tahun itu pernah dipenjara dua kali selama dua dekade terakhir atas kasus sodomi.
Ia menganggap tuduhan itu bermuatan politik. (rds/ayp)