Kongres AS Dukung Solusi Dua Negara Israel-Palestina

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 10:50 WIB
Kongres AS Dukung Solusi Dua Negara Israel-Palestina Ilustrasi gedung Kongres Amerika Serikat. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Amerika Serikat meloloskan resolusi yang menyatakan mendukung usul 'solusi dua negara' terkait proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Hal ini menjadi bertolak belakang dengan sikap pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump yang justru mendukung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menguasai Tepi Barat dan Yerusalem.

"Solusi dua negara bisa memastikan aspirasi bangsa Yahudi yang mendirikan negara Israel yang demokratis dan keinginan bangsa Palestina untuk mendirikan negara sendiri tetap berjalan," demikian isi resolusi itu, seperti dilansir AFP, Minggu (8/12).
"Pencaplokan wilayah sepihak atau upaya Palestina untuk mendapatkan status negara berada di luar kerangka kerja dalam perundingan dengan Israel," lanjut isi resolusi itu.

Anggota Dewan fraksi Demokrat, Eliot Engel, yang memimpin Komisi Luar Negeri menyatakan selama ini mendukung Israel dan kebijakan Trump terkait pembukaan kedutaan besar di Yerusalem. Dia memastikan resolusi itu tidak berdampak terhadap bantuan militer AS sebesar US$3 miliar setiap tahun.


"Kami sebagai pendukung utama Israel memahami bahwa solusi dua negara adalah jalan keluar bagi Israel, hal itu bukan cuma baik bagi warga Palestina, tetapi juga untuk bangsa Yahudi," ujar Engel.

[Gambas:Video CNN]

Akan tetapi, fraksi Republik yang menjadi minoritas di dalam Dewan Perwakilan menentang pengesahan resolusi itu. Menurut anggota dewan dari fraksi Republik, Steve Chabot, hal itu sama saja mencampuri urusan Israel dan mengabaikan sikap menghasut yang selama ini diperlihatkan bangsa Palestina.

"Resolusi ini jelas-jelas mengabaikan alasan mendasar mengapa solusi dua negara tidak pernah berhasil. Sebab bangsa Palestina tidak pernah mau ada dua negara, mereka hanya menerima satu negara, Palestina," kata Chabot.

Sedangkan menurut anggota dewan fraksi Demokrat, Rashida Tlaib, membantah tuduhan resolusi itu memihak dan tidak adil.
"Resolusi ini membantah hal-hal yang tidak mendukung, sebab Israel menganggap itu tidak mungkin, sebab mereka menyetujui perbedaan, diskriminasi etnis, dan kondisi yang tidak manusiawi," kata Tlaib. (ayp/ayp)