Kebakaran Hutan di Australia Lebih Parah dari RI dan Brasil

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 19:42 WIB
Kebakaran Hutan di Australia Lebih Parah dari RI dan Brasil Kebakaran hutan Australia. (PETER PARKS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah titik kebakaran hutan yang melanda Australia dilaporkan mencapai dua kali lipat dari titik api di Indonesia bahkan Brasil.

Menurut Data Satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA), intensitas nyala api karhutla Australia bahkan lebih besar dari kebakaran hutan yang terjadi di seluruh dunia.

NASA mendeteksi ada lebih dari 5.748 titik api yang muncul di Australia selama 48 jam terakhir. Jumlah itu melebihi total titik api yang ditemukan di Brasil, Indonesia, dan India.

Dilansir Bloomberg, NASA menuturkan kekuatan radiasi api yang dipancarkan dari Australia saat ini lebih kuat daripada titik api yang menyala di lahan dan hutan Afrika Tengah atau Brasil.


NASA mendapat data jumlah titik api dari sensor MODIS di satelitnya yang mengorbit mengelilingi dunia setiap dua hari. Sensor itu menangkap data tentang permukaan hingga atmosfer bumi.

Sensor satelit itu juga mampu mengukur kekuatan radiasi api dan perkiraan intensitas api. 

Karhutla yang memburuk di Australia dapat dilihat dari kualitas udara yang menurun di sebagian wilayah Australia, terutama Sydney. Kabut asap tebal dilaporkan menyelimuti ibu kota Negara Bagian New South Wales itu pada Selasa (10/12).

Intensitas polusi di Sydney hari ini bahkan terhitung 12 kali lebih parah dari intensitas polusi dalam level "bahaya".
[Gambas:Video CNN]
Dikutip AFP, sebanyak 319 ribu lahan telah terbakar di barat laut Sydney selama beberapa minggu terakhir. Sebagian besar lahan yang terbakar itu berada di dalam area taman nasional.

Petugas pemadam kebakaran New South Wales menuturkan telah menerima 500 laporan karhutla dalam beberapa jam saja. Sebuah markas pemadam kebakaran wilayah New South Wales bahkan terpaksa dievakuasi karena kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah itu.

"Kabut asap dari semua kebakaran sangat parah di sini, bahkan hingga pelabuhan, sehingga Anda tidak bisa melihat apa-apa, terlalu berbahaya," ucap salah satu warga New South Wales.

"Beberapa komuter kapal feri juga dibatalkan karena asap tebal. Anak-anak sekolah terpaksa dipulangkan lebih awal karena polusi melonjak jauh melampaui tingkat berbahaya," katanya menambahkan. (rds/dea)