Dokter Indonesia Bantu Korban Letusan Gunung Selandia Baru

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 06:32 WIB
Dokter Indonesia Bantu Korban Letusan Gunung Selandia Baru Gunung meletus di Pulau Putih, Selandia Baru. (Foto: Michael Schade via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang dokter asal Indonesia memberikan pertolongan pertama kepada beberapa korban letusan gunung di Pulau Putih (Whakaari dalam bahasa Maori), Selandia Baru pada Senin (9/12).

Kedua dokter tersebut merupakan turis yang tengah menghabiskan waktu liburan bersama tiga orang peserta lainnya. Keduanya dijadwalkan memancing tak jauh dari Pulau Putih ketika peristiwa tersebut terjadi.

Dilansir Stuff, tak lama sebelum terjadi letusan, radio kapal yang membawa dua orang dokter mendengar laporan korban cedera. Tanpa menunggu waktu lama, kedua dokter meminta nakhoda kapal ke area letusan untuk memberikan pertolongan pertama.


Lance Goodhew, pemilik paket liburan Enchanter Fishing Encouters yang membawa dua dokter tersebut mengatakan kapalnya hanya berada beberapa kilometer dari Pulau Putih ketika terjadi letusan.

"Itu mengerikan, sangat mengerikan," ucap Goodhew menggambarkan situasi saat itu.

Kapten Rhys Lark mengatakan ia tak butuh waktu lama untuk memacu kapal ke Pulau Putih untuk memberikan bantuan.

[Gambas:Video CNN]

Ketika terdengar letusan, kedua warga Indonesia tersebut langsung memberi tahu Lark jika profesi mereka dokter dan bersedia memberikan bantuan. Keduanya pun telah membekali diri dengan sejumlah peralatan medis untuk membantu para korban.

"Mereka punya selimut dan peralatan medis seperti obat-obatan dan perban yang dibawa ketika sedang memancing," ucap Lark.

Goodhew mengatakan ia bersama penumpang dan awak kapal telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan korban. Kendati tak dipungkiri jika ada korban yang menderita patah tulang dan kemungkinan tewas.

"Korban luka-luka telah dibawa keluar dari pulau untuk mendapat perawatan. Kami tidak bisa kembali lagi kesana karena kondisinya tidak memungkinkan," kata Lark.

Setelah melakukan misi kemanusiaan, Lark bersama para wisatawan kembali melanjutkan perjalanan dengan memancing. (evn/evn)