KILAS INTERNASIONAL

Gunung Selandia Baru Meletus sampai RI Tolak Bayar Tebusan

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 08:05 WIB
Gunung Selandia Baru Meletus sampai RI Tolak Bayar Tebusan Ilustrasi gunung meletus di Pulau Putih, Selandia Baru. (GNS Science via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (9/12) kemarin. Mulai dari gunung api di Selandia Baru meletus sampai Indonesia enggan turuti permintaan tebusan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Gunung Berapi di Selandia Baru Meletus

Gunung berapi di Pulau Putih, Selandia Baru meletus pada Senin (9/12). Sekitar 100 orang warga dan wisatawan di sekitar lokasi dievakuasi ke tempat yang lebih aman sementara satu orang dilaporkan kritis.


Perdana Menteri Jacinda Arden mengatakan Pulau Putih atau dikenal juga dengan sebutan Whakaari meletus tiba-tiba di tengah kunjungan wisata.

[Gambas:Video CNN]

"Situasi ini berkembang dan duka mendalam untuk mereka yang terkena musibah," ujar Arden sesaat setelah erupsi.

Dilansir AFP, wali kota Whakatane, Judy Turner mengatakan ada beberapa orang yang terluka akibat bencana tersebut. Hingga kini misi penyelamatan korban masih berlangsung.


2. Insiden Penembakan, AS Diminta Berhenti Latih Tentara Saudi

Kongres Amerika Serikat mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program latihan bersama dengan Angkatan Udara Arab Saudi. Desakan itu disampaikan selepas insiden penembakan yang dilakukan seorang serdadu Saudi yang sedang menjalani program latihan bersama di AS, Muhammad Alshamrani (21), hingga menewaskan tiga pelaut dan melukai enam orang pada Jumat pekan lalu.

Insiden itu terjadi pada 6 Desember lalu. Alshamrani (21) yang merupakan perwira berpangkat letnan di Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi mendadak melepaskan tembakan di dalam ruang kelas di Pangkalan Angkatan Laut AS Pensacola, Florida. Dia lantas ditembak mati oleh polisi setempat.

Menurut Badan Penyelidik Federal AS (FBI), mereka menyelidiki dugaan terorisme dalam kejadian itu. Namun, keputusan itu belum final.

[Gambas:Video CNN]

Penyidik juga menginterogasi enam rekan Alshamrani yang ditugaskan untuk belajar di AS. Pelaku disebut sempat menunjukkan rekaman video tentang penembakan massal pada malam hari sebelum kejadian.

Alshamrani juga disebut sempat mencuit melalui akun Twitter bahwa dia akan melakukan penembakan itu karena AS adalah "negara iblis". Menteri Pertahanan, Mark Esper, menyatakan sudah memerintahkan untuk meninjau ulang program latihan bersama antara militer AS dan Saudi.


3. Kosovo Boikot Hadiah Nobel Sastrawan Peter Handke

Pemerintah Kosovo menyatakan akan memboikot pemberian penghargaan Hadiah Nobel dalam bidang sastra terhadap sastrawan asal Austria, Peter Handke. Penyebabnya adalah dia dianggap mendukung kejahatan perang yang dilakukan pasukan Serbia dalam konflik di bekas negara Yugoslavia pada 1990-an.

Penduduk Kosovo yang kebanyakan etnis Albania terkejut ketika mengetahui kabar pemberian anugerah Nobel terhadap Handke. Sebab, mereka menganggap Handke bersikap mendukung kekejaman pasukan Serbia terhadap warga Albania dan Bosnia yang mayoritas merupakan Muslim.

Kosovo terlibat perang Serbia pada 1998 sampai 1999 dan berhasil melepaskan diri.

Menteri Luar Negeri Kosovo, Behgjet Pacolli, menyatakan tidak akan mengirim perwakilan untuk menghadiri upacara pemberian Hadiah Nobel di Stockholm, Swedia.


4. Indonesia Enggan Turuti Tuntutan Tebusan Abu Sayyaf

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah masih bernegosiasi dalam membebaskan tiga nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di selatan Filipina. Namun, pemerintah menyatakan tidak akan menuruti permintaan tebusan kelompok bersenjata itu.

"Ya kan minta tebusan Rp8,3 miliar kan, tapi kalau kita turuti tebusan terus, masa kalah sama perampok (teroris)," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/12).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan pemerintah kedua negara masih melakukan komunikasi intensif terkait upaya pembebasan tiga WNI yang disandera Abu Sayyaf. (ayp/ayp)