Buntut Penembakan, AS Berhenti Latih Siswa Militer Arab Saudi

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 14:28 WIB
Buntut Penembakan, AS Berhenti Latih Siswa Militer Arab Saudi Ilustrasi. (morgueFile/taliesin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pentagon menyatakan menghentikan sementara pelatihan operasional bagi siswa militer Arab Saudi di Amerika Serikat. Langkah ini sebagai buntut penembakan oleh perwira Saudi di Pangkalan Laut Pensacola, Florida, AS, pekan lalu.

Program latihan bersama antara militer AS dan Saudi akan ditinjau ulang.

Pejabat senior Kementerian Pertahanan AS mengatakan siswa militer Arab Saudi tidak akan mendapatkan pelatihan di lapangan selama penyelidikan, namun tetap menerima pengajaran di kelas.

Penangguhan ini berlaku untuk semua personel militer Saudi yang saat ini menjalani pelatihan di Amerika Serikat. "Sedangkan yang menjadi pilot dilarang terbang," kata seorang pejabat dikutip dari AFP, Rabu (11/12).


Wakil Sekretaris Pertahanan David Norquist memerintahkan peninjauan ulang terhadap penyaringan siswa asing selesai dalam waktu 10 hari. Peninjauan ulang ini akan berlaku untuk semua siswa militer internasional.

Perwira Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi Letnan Mohammed Alshamrani melakukan penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola hingga menewaskan tiga pelaut dan melukai enam orang, pada 6 Desember lalu.
[Gambas:Video CNN]
Alshamrani (21) mendadak melepaskan tembakan di dalam ruang kelas. Dia lantas ditembak mati oleh polisi setempat.

Badan Penyelidik Federal AS (FBI), mengaku menyelidiki dugaan terorisme dalam kejadian itu. Namun, keputusan tersebut belum final.

Penyidik juga menginterogasi enam rekan Alshamrani yang ditugaskan untuk belajar di AS. Pelaku disebut sempat menunjukkan rekaman video tentang penembakan massal pada malam hari sebelum kejadian.

Alshamrani disebut sempat mencuit melalui akun Twitter bahwa dia akan melakukan penembakan itu karena AS adalah "negara iblis".

Sebelum penembakan, dia dilaporkan sempat marah akibat diejek oleh instrukturnya.

Dalam laporannya, dia mengadu karena dijuluki "pornstache" oleh sang pelatih yang menganggap kumis Alshamrani mirip dengan perawakan bintang film dewasa.

Laporan tersebut tidak merinci kapan peristiwa itu terjadi tetapi hanya disebutkan pada awal tahun 2019. Pengaduan itu ditemukan FBI saat mengusut apakah kejadian itu mengandung unsur terorisme.

Menurut Pentagon, Alshamrani menjalani pendidikan di AS sejak Agustus 2017 dan seharusnya lulus pada bulan yang sama tahun depan.

Selama ini AS dan Saudi adalah sekutu dekat. Saudi selalu membeli alat utama sistem persenjataan dari AS.

Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman, mengutuk kejadian itu. Dia mengatakan pelaku tidak mewakili bangsa Saudi. (dea)