Ketika Trump Ucapkan Terima Kasih pada Iran

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 20:56 WIB
Ketika Trump Ucapkan Terima Kasih pada Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Nicholas Kamm / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kata-kata positif yang jarang diungkapkan untuk Iran.

Trump pada Sabtu kemarin mengucapkan terima kasih kepada musuh bebuyutan AS itu atas pertukaran tahanan di tengah meningkatnya ketegangan.

AS dan Iran sepakat melakukan pertukaran tahanan kasus mata-mata untuk pertama kalinya.


Dikutip dari AFP, proses itu dilakukan dengan bantuan Swiss karena Iran dan AS tidak mempunyai hubungan diplomatik.

"Terima kasih kepada Iran atas negosiasi yang sangat adil," kata Trump lewat akun Twitter.

Pemerintah Iran membebaskan seorang akademisi AS dari Universitas Princeton kelahiran China, Xiyue Wang.

Kemudian Wang diterbangkan ke Jerman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Daerah Landstuhl yang dioperasikan oleh Angkatan Darat AS. Wang dipenjara di Iran atas tuduhan spionase sejak 2016.

Sebagai gantinya, AS membebaskan seorang ilmuwan Iran, Massoud Soleimani.
[Gambas:Video CNN]
"Itu pertukaran tahanan satu lawan satu," kata Trump kepada wartawan. "Saya pikir itu bagus untuk menunjukkan kita bisa melakukan sesuatu. Mungkin itu merupakan pendahulu tentang apa yang bisa dilakukan bersama."

Sebuah foto yang diunggah Kedutaan Besar AS di Bern menunjukkan Wang berada di bandara Zurich sedang memeluk Duta Besar Edward McMullen dengan latar belakang jet resmi AS.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan Wang dalam kondisi sehat.

Teheran juga telah mengumumkan pembebasan warganya Massoud Soleimani.

"Senang Profesor Massoud Soleimani dan Tuan Xiyue Wang akan bergabung dengan keluarga mereka segera," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam cuitan.

Dalam postingan itu dia menyertakan foto diri bersama ilmuwan itu di pesawat dengan keterangan "Going home."

"Terima kasih banyak untuk semua yang terlibat, terutama pemerintah Swiss, yang telah menjaga kepentingan AS di Iran tanpa adanya hubungan diplomatik, kata Zarif.

Kementerian luar negeri Swiss mengkonfirmasi bahwa pertukaran yang disebut gerakan kemanusiaan itu terjadi di wilayahnya. Baik AS dan Iran memuji Swiss dengan upaya diplomatik intensif untuk menjamin pembebasan para tahanan tersebut.

"Negara kami siap untuk memfasilitasi lebih lanjut," kata pernyataan kementerian luar negeri Swiss. (dea)