Brexit Belum Terlaksana, Inggris Kembali Gelar Pemilu

CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 14:21 WIB
Brexit Belum Terlaksana, Inggris Kembali Gelar Pemilu Ilustrasi gedung parlemen Inggris di Westminter, London. (Tolga AKMEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris kembali menggelar pemilihan umum hari ini, Kamis (12/12), di tengah kebuntuan parlemen dan pemerintah dalam melanjutkan proses pengunduran diri dari Uni Eropa (Brexit).

Pemilu ketiga dalam lima tahun terakhir ini disebut sebagai yang paling krusial lantaran akan menentukan nasib negosiasi Brexit yang telah diperpanjang tiga kali.
Sebanyak 4.000 tempat pemungutan suara akan dibuka di seluruh penjuru Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Sejumlah pub, salon, hingga pertokoan tutup demi dijadikan TPS.

Ribuan TPS itu akan dibuka secara serempak pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 hingga 22.00 waktu setempat.


Perdana Menteri Boris Johnson berharap bisa mempertahankan jabatan di tengah kebuntuannya membujuk parlemen agar mau setuju dengan proposal Brexit gagasannya.

Johnson dan Partai Konservatif membutuhkan sembilan kursi tambahan untuk bisa mendominasi parlemen. Dengan mendominasi parlemen, Johnson berharap mampu melanjutkan proses Brexit berdasarkan gagasannya, yakni setuju dengan kesepakatan (deal) yang diajukan atau tidak (no deal).

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, PM yang baru menjabat pada Juli lalu itu mengklaim bisa mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada Januari mendatang, sesuai tenggat waktu yang diputuskan terakhir kali usai diperpanjang.

Kepada wartawan pada Rabu (11/12) malam, Johnson menuturkan pemilu hari ini merupakan kesempatan warga untuk bisa mengeluarkan Inggris dari kebuntuan politik dan ketidakpastian.

"Bayangkan betapa indahnya bisa menetap dan menyantap ayam kalkun saat makan malam di malam Natal usai Brexit bisa diputuskan," kata Johnson seperti dikutip AFP.

Meski begitu, kenyataan tak membuat jalan Johnson mulus untuk mempertahankan jabatannya. Berdasarkan jajak pendapat terbaru, Johnson bersaing ketat dengan pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, untuk memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilu hari ini.
Selain Johnson dan Corbyn, empat politikus perempuan turut mencalonkan diri dalam pemilu Inggris kali ini. Keempat perempuan itu terdiri dari Nicola Sturgeon dari Partai Nasional Skotlandia (SNP), Jo Swinson dari Partai Liberal Demokrat, Arlene Foster dari Partai Uni Demokratik (DUP), dan Mary Lou McDonald dari Partai Sinn Féin. (rds/ayp)